logo rilis
Membongkar Strategi Golkar di Balik Salam 4 Jari
Kontributor
Sukma Alam
04 April 2018, 14:57 WIB
Membongkar Strategi Golkar di Balik Salam 4 Jari
Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto saat berpidato dalam pembukaan rapat konsultasi dengan seluruh kader yang menjabat kepala daerah di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Senin (19/2/2018). Foto: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 nanti, partai-partai politik gencar membuat strategi kampanye politik. 

Salah satunya, Partai Golkar melalui Ketua Umumnya Airlangga Hartarto membuat program 4.0. Namun, program tersebut tidak mengatasnamakan partai melainkan 'Komunitas Salam 4 Jari' yang di bawah naungan Kementerian Perindustrian.

Pengamat politik dari Universitas Padjajaran, Bandung, menilai, hal tersebut merupakan bagian strategi Golkar membidik pemilih milenial.

"Jadi itu satu momentum bagaimana Golkar menuju 2019. Kalau bicara 4.0 segementasinya lebih pada milenial pemilih muda sasarannya. Partai Golkar kampanye 4.0 memang untuk memudahkan teknologi juga dan punya perhatian isu teknologi termasuk teknologi 4.0," kata Firman saat berbincang rilis.id di Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Ia melihat, belum ada partai politik yang serius menggarap pemilih milenial. Sebab, kata dia, pemilih anak muda sangat menentukan kemenangan pada kontestasi pesta demokrasi. 

"Selama ini kita lihat belum ada satu partai menggarap pemilih muda dalam konteks isu bagaimana pemilih muda punya prioritas muda. Nah itu masuk ceruknya Golkar dengan 4.0. Semua mengatakan pemilih muda penting, tapi saya belum melihat menggarap konten kampanye anak muda, kemudian Golkar masuk itu," paparnya.

Melalui program 4.0, lanjutnya, Golkar ingin melepaskan image sebagai partai lama. 

"Golkar ini ingin mengubah wajah lama. Golkar ini identik partai lama jadi ini untuk melepaskan bayangan partai lama menopang Orde Baru," tandasnya.

Selain itu, nomor 4 juga sebagai strategi branding kampanye pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi di Pilkada Jawa Barat.

"Itu juga menyasar pemilih muda di Jawa Barat diusungnya Deddy-Dedi nomor 4. Jadi bisa juga kaitannya konteks itu 2018 ada di Pilgub sangat strategis. Pemilih milenial  20 persen di Jawa Barat menggunakan tanggal 4 mungkin uji coba dikaitkan pilpres," pungkasnya.

Berikut petikan Salam 4 Jari:


Salam 4 Jari. FOTO: Istimewa

Di tahun 2030, kami meyakini Indonesia akan bangkit dengan perkasa. 

Untuk mencapai keyakinan itu, pada tanggal 4 bulan 4, 2018, kami mendirikan komunitas SALAM 4 JARI untuk rakyat kecil dan generasi milenial.

Kami menggunakan teknologi tinggi yang dibawa revolusi industri ke-4, untuk 4 program. Pertama, sembako murah. Kedua, lapangan kerja yang luas. Ketiga, rumah harga terjangkau dan mudah akses. Keempat, memaksimalkan peluang yang disediakan revolusi industri ke-4 di Indonesia dengan semangat Pancasila.

Kami bekerja secara mandiri, namun mendapat banyak inspirasi dari sang inspirator, Airlangga Hartarto.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)