logo rilis

Memaknai Fenomena Hari Tanpa Bayangan
Kontributor
Ning Triasih
21 Maret 2018, 12:08 WIB
Memaknai Fenomena Hari Tanpa Bayangan
ILUSTRASI: Shutterstock

RILIS.ID, Jakarta— Ada fenomena menarik terjadi di sejumlah wilayah Indonesia siang ini, Rabu (21/3/2018), yakni Hari Tanpa Bayangan atau disebut equinox.

Dalam fenomena ini, di tengah hari, matahari akan tepat berada di atas sebuah objek. Seseorang yang tengah berada di wilayah khatulistiwa dapat merasakan matahari seolah pas di atas kepala.

Namun uniknya, Anda tak akan menjumpai bayangan atau nir bayangan. Itulah mengapa fenomena ini disebut sebagai Hari Tanpa Bayangan.

Menurut laporan Lembaga Penerangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), sinar matahari berada hampir tepat di atas kepala Anda sekitar pukul 11.55 WIB siang ini.

Fenomena Hari Tanpa Bayangan bisa mengedukasi publik tentang dampak kemiringan sumbu rotasi bumi terhadap bidang orbit bumi.

Kemiringan sumbu rotasi bumi ini mengakibatkan matahari tampak berubah posisi dari selatan ke utara dan kembali ke selatan. Lalu adakah dampaknya bagi bumi?

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin mengatakan, dampak adanya pergeseran periodik matahari yakni menimbulkan perubahan pemanasan bumi, sehingga terjadi perubahan musim di Indonesia, seperti adanya musim hujan dan kemarau.

Untuk diketahui, nir bayangan ini tak hanya berlangsung di Pontianak yang berada tepat di garis khatulistiwa. Fenomena Hari Tanpa Bayangan juga dapat terjadi di kota-kota yang terletak di antara 23,4 Lintang Selatan dan 23,4 Lintang Utara.

Tentu, ini bukanlah hari biasa. Hari Tanpa Bayangan menjadi pembelajaran bagi manusia untuk memahami alam semesta.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)