logo rilis

Melesat Kencang, OJK dan Jokowi Temui Pelaku Bank Wakaf Mikro
Kontributor

28 Maret 2018, 12:37 WIB
Melesat Kencang, OJK dan Jokowi Temui Pelaku Bank Wakaf Mikro
Peluncuran Bank Wakaf Mikro oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. FOTO: Humas OJK

RILIS.ID, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, hingga pertengahan Maret 2018, sebanyak 20 Bank Wakaf Mikro (BWM) telah menyalurkan pembiayaan pada 3.389 orang nasabah. Mereka tergabung dalam 684 kelompok usaha masyarakat sekitar pesantren Indonesia (KUMPI).

Melihat antisiasme tersebut, OJK bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan silaturahmi kepada pengurus, nasabah BWM dan beberapa pimpinan pesantren yang tengah menyiapkan pendirian BWM baru. 

Saat ini, OJK telah memberikan 20 izin usaha BWM di lingkungan pondok pesantren yang tersebar di Pulau Jawa, yakni di Jawa Barat (Cirebon, Bandung, Ciamis); Banten (Serang dan Lebak); Jawa Tengah (Purwokerto, Cilacap, Kudus, Klaten), Yogyakarta dan Jawa Timur (Surabaya, Jombang, Kediri).

"Total pembiayaan yang berhasil dialirkan BWM tersebut mencapai Rp3,05 miliar," jelas Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Rabu (28/3/2018).

Capaian tersebut meningkat pesat dibandingkan 2017, di mana jumlah nasabah BWM tumbuh 2.562 nasabah atau tumbuh 309,8 persen. Sedangkan dari sisi pembiayaan, bertambah Rp2,4 miliar atau tumbuh 363,8 persen.

Ia menyampaikan, pembentukan BWM merupakan upaya mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat, dengan memperluas penyediaan akses keuangan masyarakat, khususnya bagi masyarakat kecil.

Pembentukan BWM di berbagai daerah dilakukan dengan mengikutsertakan tokoh pengasuh pesantren, dibantu para donatur dalam bentuk bantuan dana khusus melalui Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Syariah Mandiri. 

"Tujuan utama pembentukan BWM ini adalah, untuk menyediakan akses permodalan atau pembiayaan bagi masyarakat yang belum memiliki akses ke lembaga keuangan formal, khususnya di lingkungan pondok pesantren yang mencapai 28 ribu pondokan," ungkapnya.

Skema pembiayaan melalui BWM adalah, pembiayaan tanpa agunan dengan nilai maksimal Rp3 juta dan margin bagi hasil yang dikenakan setara 3,0 persen. 

Dalam skema pembiayaan, juga disediakan pendampingan bagi kelompok, sehingga akan membantu pemberdayaan masyarakat kecil di daerah yang memiliki usaha ultra mikro.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)