Home » Peristiwa » Nasional

Meledaknya Pabrik Kembang Api Kosambi, DPR: Kemnaker Lalai

print this page Sabtu, 28/10/2017 | 23:19

Pabrik kembang api di Kosambi, Tanggerang, Banten, yang meledak Kamis (26/10/2017) dan menewaskan 47 pekerjanya. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— DPR RI menilai meledaknya pabrik kembang api di Kosambi, Tanggerang, Banten, Kamis (26/10/2017) lalu, satu diantaranya karena kementerian ketenagakerjaan (Kemnaker) lalai dalam melakukan pengawasan terhadap pabrik.

"Sangat disayangkan Kemnaker lalai dalam melakukan pengawasan dan pembinaan. Ini bisa terjadi mungkin karena memang tidak pernah diperiksa dan diawasi," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay kepada rilis.id, Jakarta, Minggu (29/10).

Saleh pun memaparkan sejumlah kelalaian yang dilakukan Kemnaker hingga pabrik tersebut meledak dan menewaskan 47 pekerjanya.

Bukan hanya soal keselamatan pekerja di pabrik itu, Kemnaker juga lalai menindak pabrik tersebut yang terbukti memperkerjakan anak di bawah umur.

Padahal, UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan melarang pengusaha mempekerjakan anak di bawah umur. Bahkan, Pasal 74 menyebutkan anak dilarang dipekerjakan pada pekerjaan yang membahayakan kesehatan, keselamatan, dan moral anak.

Pelanggaran terhadap ketentuan ini pun bisa dijatuhkan pidana hingga maksimal 5 tahun penjara, dan juga denda.

"Ini membuktikan bahwa Kemnaker selama ini tidak mengetahui adanya pekerja anak dalam pabrik tersebut," ucap politisi PAN ini.

Belum lagi, ungkapnya, pihaknya mendengar ada banyak masalah yang mengitari perusahaan tersebut. Saat ini banyak juga yang mempersoalkan izin perusahaan. Izin tersebut, katanya, bukanlah izin untuk pabrik kembang api.

"Nah, ini kan pelanggaran berat," ujar Saleh.

Karena itu, DPR aparat kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan adanya pelanggaran tersebut. "Karena sifatnya sudah ada korban, yang bertindak tentu pihak kepolisian," pungkasnya.

Penulis Eroby JF

Tags:

Pabrik kembang api kosambiSaleh Partaonan DaulayLedakan pabrik kembang api