logo rilis

Mei 2018: NTP Anjlok, Petani Merugi
Kontributor

07 Juni 2018, 15:28 WIB
Mei 2018: NTP Anjlok, Petani Merugi
Ilustrasi petani sedang memanen. FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik

RILIS.ID, Samarinda— Nilai tukar petani (NTP) di Kalimantan Timur kembali turun pada Mei 2018 menjadi 96,35. Tren negatif berlangsung sejak Februari lalu.

"Penurunan NTP disebabkan oleh peningkatan indeks harga yang diterima petani, lebih kecil ketimbang peningkatan indeks harga yang dibayar petani," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Atqo Mardiyanto, di Samarinda, Kamis (6/6/2018).

Pada Februari, NTP sebesar 97,74. Kemudian, menjadi menjadi 97,06 pada Maret dan April angkanya 96,43.

Sebagai informasi, angka keseimbangan NTP adalah 100. Jika NTP pas 100, berarti petaninya hidup pas-pasan. Namun, bila di atas 100 petani mendapat keuntungan dan merugi kala di bawah angka keseimbangan.

Perhitungan NTP, diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani dan disajikan dalam persentase. NTP menjadi salah satu indikator untuk melihat daya beli petani di perdesaan.

"NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian, dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif makin kuat pula tingkat daya beli petani," ucap Atqo.

Meski begitu, dua dari lima subsektor pertanian nilai NTP di atas 100. Perinciannya, peternakan 108,82 poin dan petani ikan 103,10 poin.

Tiga subsektor lainnya, di bawah 100. Detailnya, tanaman pangan 93,56, hortikultura 93,66, dan perkebunan rakyat 90,05.

"Untuk nilai tukar usaha rumah tangga pertanian Kaltim pada Mei, sebesar 108,09 atau mengalami kenaikan 0,19 persen, ketimbang bulan sebelumnya yang tercatat 107,88," tandas Atqo.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)