logo rilis
Media Jadi Industri yang Tunduk Pada Mekanisme Pasar
Kontributor
Tio Pirnando
28 Maret 2018, 23:33 WIB
Media Jadi Industri yang Tunduk Pada Mekanisme Pasar
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat Media Sosial Univeristas Indonesia Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Iswandi Syahputra, menilai kebebasan pers saat ini tak berbanding lurus dengan peningkatan melek informasi bagi masyarakat. Menurutnya, kebebasan pers harus mampu membuat publik semakin terdidik dalam memfilter informasi.

"Hari ini, pers semakin bebas, masyarakat semakin rapuh. Apalagi, tanpa pendidikan literasi digital yang baik, maka akan melahirkan anarkisme sosial," ujarnya  dalam acara Sekolah Kepemimpinan Politik Bangsa (SKPB) di Kantor Akbar Tandjung Institute, Jakarta, Rabu (28/3/2018) malam.

Dia menjelaskan, Indonesia merupakan bangsa yang besar dengan pers yang bebas. Bahkan, kebebasan tersebut terkesan tanpa arah dan kendali yang jelas dari negara. Penyebabnya, karena media masa sekarang sudah menjadi industri yang tunduk pada mekanisme pasar.

"Padahal, media bagian dari publik, mendidik publik. Tapi karena sudah tunduk pada skema pasar, maka prinsip yang dipakai modal sekecil-kecilnya, distribusi seluas-luasnya untuk memperoleh untung besar," papar Iswandi.

Selain itu, mantan Komisoner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) ini menuturkan, terpusatnya kepemilikan sejumlah media oleh segelintir orang menyebabkan pers menjadi alat penopang kepentingan ekonomi atau politik dari pemilik.

"Impllikasinya kontrol ketat dari pemilik media, yang misalkan pengurus maupun pemilik partai atau mungkin dekat dengan kekuasaan, bisa menjadi ancaman demokratisasi bagi pers itu sendiri," tukas dia.

Editor: Intan Nirmala Sari


500
komentar (0)