logo rilis

Max Sopacua: Tak Elok Kader Demokrat Walkout Saat Jokowi Pidato
Kontributor
Yayat R Cipasang
14 Maret 2018, 22:45 WIB
Max Sopacua: Tak Elok Kader Demokrat Walkout Saat Jokowi Pidato
Anggota Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat Max Sopacua. FOTO: kompas.com

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat Max Sopacua memahami instruksi Dewan Kehormatan kepada Komisi Pengawas Partai Demokrat untuk memanggil Kepala Divisi dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. Ini terkait tindakan walkout Ferdinand saat Presiden Jokowi tengah memberikan sambutan pada pembukaan Rapimnas Partai Demokrat di Sentul International Convention Center, 10 Maret 2018.

"Keputusan walkout yang dilakukan Ferdinand dinilai  tidak elok dan tidak etis. Pak Jokowi datang sebagai seorang Presiden yang diundang dan harus dihormati terlepas apakah janji politiknya saat Pemilu dilaksanakan atau tidak," kata Max Sopacua dalam perbincangan dengan rilis.id, Rabu (14/3/2018).

Menurut Max Sopacua, untuk mengkritisi kebijakan Presiden tidak tepat dalam Rapimnas Demokrat. Menurutnya, ada forum lain yang lebih tepat. "Terlepas ada janji politik Jokowi yang tidak ditetapi itu beda forumnya. Posisi Demokrat dalam Rapimnas harus menghormati Jokowi sebagai Presiden dan sebagai tamu," ujarnya.

Forum Rapimnas Demokrat, kata mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR ini, tidak bisa disamakan dengan Dies Natalis atau acara  kampus.  Forum Rapimnas partai jauh berbeda. "Aksi memberikan kartu kuning mahasiswa UI kepada Presiden Jokowi itu bagian dari kebebasan kampus," ujarnya membandingkan.

Menurut Max Sopacua, aksi Ferdinand mengingkari tagline partai, berpolitik dengan cerdas. Dia sepertinya tidak memahami makna tagline itu. "Berpolitik cerdas itu sebelum kita beraksi harus bersedia untuk mendengar, mencermati dan memahami sebuah persoalan. Termasuk harus bersedia mendengar apa  yang disampaikan Presiden Jokowi," ujarnya.

Max Sopacua sangat memahami bila Dewan Kehormatan Partai memerintahkan Komisi Pengawas Partai Demokrat untuk memanggil dan meminta klarifikasi atas sikap dan keputusan Ferdinand yang walkout saat Jokowi Pidato.

"Ini harus clear jangan sampai Demokrat yang dikenal berpolitik santun tercederai gara-gara hanya aksi segelintir kader. Apalagi Demokrat yang kembali akan mengincar Pemilu 2019 sebagai kebangkitan kembali partai sebagai pemenang pemilu," pungkasnya.

Kontroversi berawal dari postingan Ferdinand dalam akun Twitter @LawanPolitikJKW yang menyebut dirinya melakukan aksi walkout saat Jokowi pidato. Aksi tersebut dilakukan dengan alasan kecewa dengan janji Jokowi. "Ini sebagai wujud ekspresi kekecewaan saya karena janji politik Pak Jokowi tidak ditepati," ujar Ferdinand yang sebelumnya dikenal sebagai relawan Jokowi ini.

Menurut Ferdinand janji politik yang diingkari Jokowi di antaranya menolak utang luar negeri, akan mempersulit asing, dan masalah subsidi. 
 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)