logo rilis

Max Sopacua: Hancur Sudah Upaya SBY dan AHY Perbaiki Citra Demokrat
Kontributor
Yayat R Cipasang
05 Mei 2018, 12:55 WIB
Max Sopacua: Hancur Sudah Upaya SBY dan AHY Perbaiki Citra Demokrat
Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat. FOTO: kompas.com

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat Max Sopacua menyatakan kegeramannya atas tertangkapnya anggota Fraksi Partai Demokrat dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi. Tersangka AS ditangkap bersama sembilan orang lainnya termasuk pejabat tinggi di Departemen Keuangan.

"Hancur sudah upaya yang dilakukan Pak SBY, Ibu Ani dan AHY serta kader lainnya selama ini untuk memperbaiki citra partai dan merebut hati rakyat," kata Max Sopacua kepada rilis.id di Jakarta, Sabtu (5/5/2018).

"Saya tidak habis pikir masih saja berani. Padahal ini tahun politik menjelang Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Kok tega-teganya. Pak SBY dan AHY telah mengunjungi lebih dari 50 daerah untuk merebut hati rakyat, kok dikotori dengan cara-cara begitu," lanjut Max Sopacua, geram.

Menurut Max Sopacua yang juga mantan anggota Komisi I dan IX DPR ini, sudah sepantasnya kader yang melanggar pakta integritas partai untuk mendapat konsekuensinya.

"Kader tahu akibatnya kalau melaggar pakta integritas yang sudah ditekennya di hadapa Pak SBY," kata Max Sopacua.

Kader Demokrat, kata Max Sopacua, seharusya belajar dari pengalaman yang pernah menimpa partai. Kasus korupsi, telah membuat partai ditinggal pemilih.

"Walaupun kita bukan yang paling banyak, tapi kasus korupsi telah membuat perolehan suara pada Pemilu 2014 merosot," kata Max Sopacua yang sebelumnya dikenal sebagai penyiar senior di TVRI ini.

Max Sopacua mengajak semua kader Demokrat di seluruh Indonesia untuk merapatkan barisan dan hati-hati. Kasus serupa jangan diulangi lagi karena tahun politik sudah di depan mata.

"Kita rapatkan barisan. Saya kira apa yang dilakukan kader yag melakuka korupsi itu masalah pribadi tidak ada urusanya dengan partai. Jadikanlah itu bahan evaluasi bagi kader lain bahwa tindakan pribadi bisa merugikan partai secara keseluruhan," ujar mantan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK menangkap sejumlah orang, satu di antaranya Anggota DPR Fraksi Partai Demokrat. "Ya benar, anggota Komisi XI, inisial AS," ujar sumber internal KPK kepada rilis.id, Sabtu (5/5).

Juru bicara KPK Febridiansyah membenarkan anggota DPR yang ditangkap tangan (OTT) oleh KPK adalah anggota Komisi Keuangan.

“Sembilan orang yang diamankan terdiri dari anggota DPR RI yang membidangi keuangan, swasta dan unsur lain,” kata Febri.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)