logo rilis
Mau Tau Sederet Tipuan Keraton Agung Sejagat? Cek Disini!
Kontributor
Tari Oktaviani
17 Januari 2020, 12:22 WIB
Mau Tau Sederet Tipuan Keraton Agung Sejagat? Cek Disini!
Raja Toto dan Ratu Fanni. Sumber: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Kemunculan keraton Agung Sejagat di Purworejo membuat geger khalayak. Namun sayangnya bukan kekentalan adat dan budayanya yang terkenal melainkan niat jahat si Raja dan Ratu.

Toto Santoso Hadiningrat sebagai Raja dan Fanni Aminadia sebagai Ratu lambat laun dicium indikasi melakukan kriminalitas. Mereka pun kemudian ditangkap dan kini mendekam di penjara.

Banyak keganjilan yang dicium pihak kepolisian terhadap berdirinya keraton ini. Setelah ditelusuri, kepolisian pun menemukan beberapa fakta mengejutkan dari Keraton Agung Sejagat ini.

1. Raja dan Ratu bukan pasangan sah suami istri.

Menurut Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel, baik Toto maupun Fani bukan pasangan suami istri. Padahal normalnya raja dan ratu merupakan pasangan suami istri sah. 

"Sementara Fanni Aminadia yang diakui sebagai permaisuri ternyata bukan istrinya, tetapi hanya teman wanitanya," kata Ryko, Rabu (15/1/2020).

2. Dokumen Kerajaan dan Prasasti Palsu

Bagi yang bergabung dengan keraton ini akan diberikan buku keanggotaan. Ini bertujuan sebagai tanda bahwa yang bersangkutan sudah menjadi bagian dari kerajaan. Namun sayangnya dokumen dokumen tersebut ternyata palsu alias dibuat sendiri oleh Toto. 

Selain itu di keraton tersebut terdapat prasasti yang konon hanya bisa diangkat oleh seorang mahapatih. Namun lambat laun setelah ditelisik pengangkatan batu yang diklaimnya sebagai prasasti itu menggunakan alat pengangkut berat atau forklift.

3. Raja dan Ratu bukan warga asli Purworejo.

Seperti diketahui umumnya seorang yang diangkat menjadi Raja dan Ratu harus asli warga setempat yang memang dibesarkan di kota tersebut. Tetapi lain dengan Toto dan Fanni. Setelah ditelusuri, keduanya malah memiliki KTP Jakarta.

4. Simbol simbol kerajaan palsu

Toto tampaknya tak kehabisan ide untuk mendirikan keraton khayalannya. Ia pun membuat simbol simbol kerajaan yang diklaimnya memiliki makna tersendiri. Padahal, simbol simbol tersebut hanyalah karangan Toto. 

"Dengan simbol-simbol kerajaan, tawarkan harapan dengan ideologi, kehidupan akan berubah. Semua simbol itu palsu," ungkap Rycko.

5. Para pengikut harus membayar seragam senilai jutaan rupiah.

Pengikut keraton diwajibkan membayar seragam yang nominalnya terbilang tinggi. Bahkan untuk menjait baju seragam normalnya saja masih dibawah satu juta rupiah. Namun tak tanggung-tanggung, pengikut keraton dimintai uang minimal Rp 3 juta untuk membayar seragam. Padahal itu merupakan tipu daya dan tujuan Toto mendirikan Keraton yakni guna mendapatkan pundi pundi besar.

6. Pengikut diimingi gaji besar.

Banyaknya orang yanv tertarik menjadi anggota Keraton ini karena ternyata diiming imingi gaji yang lumayan besar. Toto dan Fanni menawarkan gaji sampai puluhan juta. 

"Ada iming-iming jabatan dengan gaji besar dalam bentuk dollar bagi pengikutnya. Jabatannya tergantung berapa besaran iuran mereka, mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 30 juta. Seluruhnya mencapai 450 pengikut dengan latar belakang yang berbeda," ujar Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna.

7. Pengikut dijanjikan terhindar dari bahaya dan petaka

Selain uang, Toto dan Fanni juga menjanjikan keselamatan untuk para pengikutnya. Para pengikut diberi jaminan bisa terbebas dari malapetaka. Namun jika melanggar aturan keraton maka para pengikut akan mendapatkan sial. 

8. Toto tukang angkringan dan Fanni buka salon

Sebelum melakukan tipu dayanya, Toto dan Fanni berasal dari keluarga yang biasa saja. Hal ini tampak ketika diketahui belakangan Toto sebelunnya berprofesi berjualan angkringan. Sedangkan Fanni diketahui pernah membuka salon kecantikan.

Kedunya kini ditahan akibat perbuatannya. Mereka dijerat dengan Pasal 14 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang menyiarkan berita atau pemberitaan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran dengan hukum maksimal 10 tahun dan pasal 378 KUHP tentang penipuan.

 

 

 

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID