logo rilis
Mau Punya SIM? Sekarang Pakai Tes Psikologi Loh...
Kontributor

20 Juni 2018, 11:40 WIB
Mau Punya SIM? Sekarang Pakai Tes Psikologi Loh...
Ilustrasi pembuatan SIM keliling. FOTO: Sindonews.

RILIS.ID, Jakarta— Dirlantas Polda Metro Jaya bakal menerapkan tes psikologi sebagai syarat terbitnya surat izin mengemudi (SIM). Ini akan berlaku buat seluruh golongan SIM, baik pengajuan baru, peningkatan golongan serta perpanjangan.

"Selama ini, tes psikologi sudah diterapkan. Tapi, hanya untuk pembuatan SIM umum," kata Kasie SIM Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar seperti dilansir Republika Online, kemarin.

Sedangkan, untuk golongan SIM lainnya hanya dilakukan pemeriksaan kesehatan jasmani saja meliputi pendengaran, penglihatan dan perawakan.

Penerapan aturan ini mengacu pada pasal 81 ayat (4) Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAAJ). Serta, pasal 36 Peraturan Kapolri Nomor 9 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi.

Berdasarkan dua dasar hukum tersebut, salah satu persyaratan penerbitan SIM yaitu kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun pemeriksaan kesehatan rohani yang dilakukan dengan menilai beberapa aspek.

"Diterapkannya tes psikologi, diharapkan dapat mencegah kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh faktor psikologis dari pengemudi," tambah dia.

Misalnya, kasus tahun 2015 di Jalan Sultan Iskandar Muda. Dalam kejadian itu, tersangka berinisial CDS menabrak beberapa pengemudi sepeda motor dan mobil, sehingga menyebabkan beberapa korban meninggal dunia serta luka-luka. 

Berdasarkan dari pengakuan, tersangka telah mengkonsumsi LSD yaitu jenis narkotika yang dapat menyebabkan halusinogen, dan dari pemeriksaan psikologi nya diketahui bahwa psikologinya mengalami gangguan halunisasi.

Melansir Metrotvnews, Tes psikologi bagi pemohon SIM pribadi nantinya akan dijadikan syarat. Tes tidak akan dilakukan langsung oleh kepolisian, namun bakal ditunjuk lembaga terpilih yang sudah terverifikasi oleh polisi.

"Semuanya itu kita serahkan kepada profesional, yang memang lembaga yang profesinya sebagai psikolog. Dan, kita juga minta bantuan dari bagian psikologi Polda Metro Jaya," ujar Fahri. 

Untuk memulai ini, Polda Metro bakal melakukan simulasi tes psikologi pada 21-23 Juni 2018. "Simulasi kita mau lihat bagaimana sistemnya, berjalan dengan baik atau tidak dan sebagai line error lah kalau kita katakan," kata Fahri.

Psikolog Lia Sutisna Latif dari Asosiasi psikologi Forensik Indonesia setuju dengan rencana penerapan tes psikologi penerbitan SIM ini. 

Ia beralasan, mengemudi adalah tingkah laku kompleks. Untuk dapat mengemudi yang aman dan bertanggung jawab serta tidak berisiko membahayakan, tidak cukup memiliki ketrampilan teknis mengemudi yang memadai. 

"Kami menilai, pemeriksaan psikologis terhadap calon pengemudi dan pengemudi dalam proses penerbitan SIM sangatlah penting dan relevan sebagai suatu upaya prevensi," ujarnya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID