logo rilis
Mau Jadi Cawapres, Hadi Dianggap Belum Cocok
Kontributor
Nailin In Saroh
25 April 2018, 22:05 WIB
Mau Jadi Cawapres, Hadi Dianggap Belum Cocok
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat Politik LIPI, Wasisto Raharjo Jati menilai, kinerja Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sudah cukup bagus dalam menjaga netralitas serta mensolidkan TNI dan Polri. 

Namun, ia dianggap belum cocok jika diajukan menjadi kandidat calon wakil Presiden Joko Widodo di Pemilu 2019 mendatang.

"Saya pikir, Panglima Hadi lebih bagus untuk menjaga soliditas dan netralitas militer dalam pemilu 2019 nanti," ujar Wasisto kepada rilis.id, Rabu (25/4/2108).

"Saya kira kinerja Panglima Hadi ini sudah sangat bagus dalam mengembalikan lagi TNI untuk netral dan mampu menjaga kekompakan dengan Polri," tambahnya.

Menurut dia, selain karena perwira aktif, tidak majunya Hadi dalam pemilu dapat mengurangi sentimen 'Militer Berpolitik' pasca-orde baru. Lain halnya jika sudah purnatugas seperti Gatot Nurmantyo, kemungkinan Hadi bisa mengikuti kontestasi lima tahunan itu.

"Kemungkinan iya, tapi itu kembali lagi pada prestasi Panglima Hadi ketika memimpin TNI. Gatot Nurmantyo semasa masih aktif dinas militer kerap bermanuver politik sehingga beliau berpotensi menjadi kompetitor Jokowi nanti," terangnya.

Sejauh ini, Hadi sendiri belum menampakkan prestasi politiknya. "Saya rasa Hadi ingin mengembalikan lagi militer sebagai alat pertahanan dan bukan alat kesempatan politik," tutur Wasisto.

Disamping itu pula, tambahnya, latar belakang matra angkatan militer juga berpengaruh. TNI AD adalah aktor yang sudah lama berkiprah di politik praktis sejak orde lama maupun orde baru, sehingga memiliki karakter bahwa pengbadian sebagai prajurit tidak hanya soal bela negara secara fisik tapi juga secara politik.

"Sedangkan TNI AU dikenal loyalis pemerintah. Sekalipun mereka pernah terdiskriminasi karna tuduhan G30S, mereka masih loyal pada pemerintah yang notabene dikuasai TNI AD. Hal inilah yang membuat Hadi lebih fokus dan loyal ke militer ketimbang politik," tandasnya.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)