logo rilis
Mau Investasi Kondusif, Pemerintah Harus Awasi Pekerja Asing
Kontributor
Elvi R
15 Maret 2018, 00:20 WIB
Mau Investasi Kondusif, Pemerintah Harus Awasi Pekerja Asing
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Pemerintah diminta lebih mengefektifkan langkah-langkah penerapan mekanisme pengawasan terhadap pekerja asing. Apalagi saat ini Indonesia telah menjadi bagian dari Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Imelda Freddy mengatakan sistem pengawasan yang efektif untuk pekerja asing sangat penting untuk menjaga iklim investasi yang kondusif di Indonesia.

"Sistem tersebut juga harus transparan supaya bisa memberikan informasi yang dibutuhkan oleh banyak pihak," katanya di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Menurut Imelda, mekanisme tersebut harus memiliki kemampuan untuk track and trace yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, contohnya adalah perusahaan pemberi kerja, pemerintah, kedutaan dan agen.

Salah satu contoh dari pengaplikasian sistem track and trace ini yakni, perusahaan pemberi sponsor harus selalu memonitor status keimigrasian dari para pekerja asing yang dipekerjakannya. Selain itu, perusahaan pemberi kerja harus ikut bertanggung jawab untuk mengawasi status keimigrasian para pekerja asingnya.

"Kedua, jika pekerja asing tersebut berhenti bekerja di perusahaan-perusahaan tersebut, baik pemilik perusahaan dan pekerja asing harus menginformasikan kepada pihak imigrasi," papar Imelda.

Hal tersebut merupakan bagian dari upaya mempermudah pihak imigrasi untuk memonitor status dari para pekerja asing tersebut. Jika pekerja asing tidak terdaftar di perusahaan manapun, mereka tidak berhak untuk tetap tinggal di Indonesia.

Sistem pengawasan yang efektif dan transparan, sebut Imelda, akan meminimalkan potensi pelanggaran keimigrasian. Disamping itu untuk menjaga kepatuhan, tidak hanya dari para pekerja asing, tetapi juga dari para perusahaan pemberi kerja.

"Hal ini juga dapat menghindarkan para pekerja asing dari tindakan sewenang-wenang yang mungkin saja terjadi pada mereka. Di beberapa daerah, tidak jarang para pekerja asing mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dalam bentuk razia tidak resmi yang dilancarkan sekelompok orang yang mengatasnamakan komunitas atau daerah tertentu," tuturnya.

Selain pengawasan terhadap sistem keimigrasian pekerja asing, kehadiran para pekerja asing juga harus membawa manfaat bagi para pekerja Indonesia dan perusahaan yang mempekerjakannya.

Dengan menerapkan collaborative approach atau pendekatan yang mengutamakan kolaborasi antara pekerja asing dan pekerja Indonesia, perusahaan dinilai akan membentuk budaya kerja yang lebih aktif dan mengedepankan komunikasi dua arah.

"Contohnya, para pekerja asing jangan hanya memberi perintah pada pekerja lokal. Pekerja asing harus bisa memberikan pengetahuan mengenai hal yang ditugaskan sehingga pekerja lokal mendapatkan ilmu dari situ. Pekerjaan tersebut harus melibatkan kedua belah pihak secara seimbang dan dengan mengikutsertakan input dari keduanya juga," jelas Imelda.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)