logo rilis
Masyarakat-Mahasiswa Papua Tuntut Tutup Freeport 
Kontributor
Afid Baroroh
29 Maret 2018, 09:49 WIB
Masyarakat-Mahasiswa Papua Tuntut Tutup Freeport 
Aksi dari mahasiswa dan masyarakat Papua. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menggruduk Kantor PT. Freeport di Jakarta. 

Mereka menuntut pemerintah untuk menutup Freeport dan memberikan hak kepada masyarakat Papua untuk menentukan nasib sendiri sebagai bangsa.

"Tutup Freeport dan berikan hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa west Papua," kata Juru Bicara FRI-WP, Surya Anta, kepara rilis.id, di Jakarta, Kamis (29/3/2018). 

Menurutnya, PT Freeport Indonesia telah lama menjadi malapetaka bagi bangsa Papua Barat.

Kehadiran Freeport di tanah Papua, kata Surya, tak bisa dipisahkan dengan kehadiran pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) dan kerusakan lingkungan di tanah Papua. 

"Pemerintah Indonesia ikut andil dalam malapetaka yang diderita bangsa West Papua," prolognya. 

Tuntutan lainnya yaitu, mereka minta agar pemerintah mengaudit kekayaan Freeport serta memberikan pesangon untuk buruh yang bekerja di Freeport. 

"Biarkan rakyat dan bangsa Papua Barat menentukan masa depan pertambangan Freeport di tanah Papua Barat. Freeport wajib merehabilitasi lingkungan akibat eksploitasi tambang," pungkasnya. 

Surya menerangkan, rencananya massa aksi akan bergerak pada pukul 13.00 WIB dengan titik Kumpul di Tugu 66 Kuningan. 

Massa aksi dan organisasi yang terlibat FRI-WP, organisasi-organisasi Pembebasan dan AMP. 

Editor: Kurniati


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)