logo rilis

Masyarakat Diimbau Waspada Akun Medsos Palsu yang Mengadu Domba Agama
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
12 September 2018, 08:20 WIB
Masyarakat Diimbau Waspada Akun Medsos Palsu yang Mengadu Domba Agama
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Eksekutif Komunikonten Institut Media Sosial dan Diplomasi, Hariqo Wibawa Satria, meminta masyarakat khususnya warganet mewaspadai akun media sosial yang isinya mengadu domba antaragama. 

"Sebaiknya jangan pernah langsung percaya jika mendapatkan screenshot status, percakapan di medsos," kata Hariqo dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (12/9/2018).

Menurut dia, harus ditelusuri apakah akun tersebut asli atau palsu, mengingat bukan sesuatu yang sulit untuk membuat akun palsu di media sosial.

Ia berpendapat bahwa bisa saja seseorang membuat akun Twitter dan Instagram dengan nama yang identik dengan Kristiani, lalu melakukan penghinaan kepada umat Muslim. Sama halnya bila akun tersebut beridentitas Islam, kemudian melecehkan umat-umat agama lain.

"Para pengadu domba juga bisa menjadi Hindu, Buddha, Konghucu, Yahudi, Sunni, Syiah, Wahabi, dan lain-lain. Tinggal membuat akun dan konten saja di medsos," kata Hariqo.

Ini yang kemudian menjadi viral, akhirnya membuat generalisasi, menjelma sebagai isu panas di ruang publik. Akibatnya nanti, akan terjadi kebencian massal yang suatu saat akhirnya meledak.

"Situasi akan memburuk jika media memberitakan dengan judul menuduh meskipun isinya mempertanyakan," kata Hariqo.

Ia mengakui tidak semua orang bisa mengecek suatu akun asli atau palsu. Pengecekan mendalam hanya bisa dilakukan mereka yang punya telepon genggam bagus, kuota, dan waktu luang berlebih.

Menurut dia, memperketat syarat pembuatan akun medsos, mendisiplinkan pengusaha medsos, penegakan hukum yang adil, serta literasi digital yang benar dan berkelanjutan adalah beberapa cara terbaik untuk pencegahan.

"Apalagi, menjelang Pemilihan Umum Presiden 2019 banyak konten tak bertuan beredar," tambah dia.

Misal, ada poster menghina agama A tetapi tidak jelas siapa produsen konten tersebut apakah Timses Jokowi-Ma'ruf atau Timses Prabowo-Sandi atau pihak lain yang ingin NKRI bubar.

"Akun-akun yang mengadu domba ini mudah ditemukan. Namun, jika sudah viral akun tersebut berganti nama, menghapus unggahannya, atau menghapus permanen akunnya guna menghilangkan jejak," kata Hariqo.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)