logo rilis
Masyarakat Badui Minta Agama Selam Wiwitan Tercantum di e-KTP
Kontributor
Kurniati
06 April 2018, 16:40 WIB
Masyarakat Badui Minta Agama Selam Wiwitan Tercantum di e-KTP
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Lebak— Masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, meminta agar pengakuan agama Selam Wiwitan tercantum pada kolom agama di KTP elektronik (e-KTP).

"Kita sebagai bangsa Indonesia tentu harus memiliki legalitas identitas agama," kata Santa (45), warga Badui di Lebak, Jumat (6/4/2018).

Selama ini, katanya, pemerintah belum merealisasikan pengakuan kepercayaan masyarakat Badui pada kolom agama di e-KTP.

Padahal, putusan Mahkamah Konstitusi mengabulkan uji materi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan dan pada kolom agama baik dalam KTP dan KK, ditulis Selam Wiwitan.

"Kami merasa bangga jika agama warga Badui tertulis pada kolom e-KTP dan KK," katanya.

Menurut dia, masyarakat Badui tetap menganut agama Selam Wiwitan, karena peninggalan nenek moyang.

Sejak tahun 1970 hingga 2013, masyarakat Badui mencantumkan agama Selam Wiwita pada kolom KTP dan KK.

Namun, tahun 2013 sampai 2017 dikosongkan karena adanya UU Nomor 24 tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan dengan diakui enam agama yakni Islam, Katolik, Kristen, Budha, Hindu dan Konghucu.

Kepala Adat yang juga Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Saija mengatakan, pihaknya bersyukur dan segera mengurus perubahan pada identitas KTP dan KK dengan mencantum agama Selam Wiwitan sebagai kepercayaan warga Badui.

Apabila, kolom KTP dan KK dicantumkan agama penghayat kepercayaan dipastikan masyarakat Badui akan menolaknya.

Pihaknya akan segera menyosialisasikan kepada seluruh warga Badui yang terdapat sekitar 3.500 kepala keluarga yang sudah wajib memiliki KTP dan KK.

"Kami minta aturannya tidak dipersulit lagi setelah dikabulkan putusan MK dan mencantum Selam Wiwitan sebagai agama Badui dan ditulis pada kolom KTP dan KK," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lebak Ujang Bahrudin mengatakan pihaknya hingga kini menunggu keputusan Presiden Joko Widodo soal pengakuan agama masyarakat Badui yang tercantum pada KTP dan KK.

Selama ini, pihaknya juga belum menerima aplikasi khusus kependudukan masyarakat Badui.

"Kami berharap tahun ini warga Badui bisa tercantum kolom agama Selam Wiwitan pada KTP," katanya.
 

Sumber: ANTARA


komentar (0)