logo rilis
Masuk Revolusi Industri 4.0, Pengamat: Mahasiswa Harus Dipersiapkan
Kontributor
Tio Pirnando
19 Januari 2018, 17:01 WIB
Masuk Revolusi Industri 4.0, Pengamat: Mahasiswa Harus Dipersiapkan
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza

RILIS.ID, Jakarta—  Kebijakan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang menginginkan agar kurikulum di Perguruan Tinggi (PT) mampu menjalankanr revolusi industri 4.0 mendapat apresiasi dari publik. Karena, kebijakan seperti itu dianggap menjawab tantangan dan tujuannya agar tidak tertinggal dari negara lain.

Menanggapi hal tersebut, pemerhati pendidikan Andreas Tambah mengatakan, sudah semestinya Kemristekdikti terus mendorong peningkatan kualitas lulusan PT. Mengingat revolusi industri 4.0 ini merupakan keharusan yang dijalankan oleh PT. Tujuannya agar Sumber Daya Manusia (SDM) lulusan PT bisa bersaing dengan dunia internasional.

"Mempersiapkan mahasiswa dan lulusannya untuk menghadapi Revolusi industri merupakan sebuah keharusan dan harus diupayakan semaksimal mungkin, jangan sampai tertinggal dari negara lain," katanya kepada rilis.id, di Jakarta, Jum'at (19/1/2018).

Andreas menjelaskan, agar PT mampu menjawab tantangan tersebut, tentu kebijakan yang diambil oleh setiap PT harus didukung oleh pemerintah. Diharapkan pemerintah mendukung penuh setiap hal yang dibuat kampus. Khususnya kebijakan yang mendukung kurikulum-kurikulum berbasis teknologi sebagai proses pembelajarannya. 

Disisi lain, lanjut Andreas, Kemristekdikti harus menargetkan lulusan  PT bisa menggarap sektor industri. Dia menilai sektor ini sangat potensial melibatkan peran para lulusan PT. Karena, sektor industri menyerap tenaga kerja cukup tinggi.

"Yang harus diperhatikan adalah prodi dan kurikulum, perubahan kurikulum harus dinamis dan cepat seiring dengan kemajuan teknologi industri, jangan sampai kemajuan teknologi mendahului kurikulum, maksud saya, ketika kurikulum tertinggal jauh dari perkembangan teknologi industri maka kompetensi lulusannya tidak mampu mengimbangi kemajuan  teknologi yang ada," paparnya.

"Intinya, semangat untuk meningkatkan pendidikan dan kompetensi lulusan itu sebuah keharusan dan perlu kita dukung bersama, sehingga SDM kita mampu bersaing di tingkat global," tuntasnya.


Tags
#Kemenristekdikti
#Andreas Tambah
#Perguruan Tinggi
#Revolusi Industri 4
500
komentar (0)