logo rilis

Masuk Bursa Pendamping Jokowi, Jimly: Enggak Usah GR
Kontributor
Tio Pirnando
16 Maret 2018, 20:30 WIB
Masuk Bursa Pendamping Jokowi, Jimly: Enggak Usah GR
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie disebut-sebut layak menjadi calon pendamping Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang. 

Ditanyakan komentarnya mengenai hal ini, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu merespons secara santai. Jimly tak ingin serius menanggapi hal tersebut. 

"Kita enggak usah  terburu-buru, apalagi yang enggak ada partai, enggak usah GR (gede rasa) lah. Nanggapin isu seperti ini biasa saja," kata Jimly usai seminar nasional digelar GMKI di Ghra Oikumene, Jakarta, Jumat (16/3/2018).

Jimly menyampaikan, hingga saat ini proses untuk menentukan calon wakil presiden (cawapres) dari masing-masing partai politik masih sangat jauh. Apalagi, partai masih sibuk mencari rekan koalisi agar memenuhi syarat ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold.

Namun demikian, jika ada tawaran dari partai-partai koalisi untuk menjadi pendamping Jokowi, eks Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ini menjawab diplomatis. Menurutnya, menentukan cawapres merupakan kewenangan partai koalisi.

"Itukan haknya dan urusan orang-orang partai untuk mengusung calon, mana yang menurut mereka tepat. Enggak ada gunanya juga bersedia, atau pun enggak bersedia," tukas Jimly.

Sebelumnya, nama Jimly Asshiddiqie sempat dimunculkan oleh Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris.

Menurut Haris, Jokowi berpeluang mengandeng calon dari kelompok tokoh masyarakat, tokoh perempuan, atau pimpinan organisasi kemasyarakatan. Dia menyebut nama di antaranya mantan Ketua MK Mahfud MD, putri Gus Dur Yeni Wahid, Ketua ICMI Jimly Asshiddiqie, Ketua NU, Ketua Muhammadiyah, dan lainnya.

Jimly sendiri sudah menyatakan ICMI mendukung Jokowi dua periode. Hal itu disampaikan Jimly seusai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (8/12/2017) lalu. 

"Dengan tetap senantiasa berpikir kritis, tidak perlu dan tidak boleh ragu lagi untuk mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo selama sepuluh tahun," kata Jimly.

Editor:




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID