Home » Peristiwa » Nasional

Massa 212 Gelar Aksi Tangkap Viktor Laiskodat

print this page Kamis, 23/11/2017 | 13:10

Seorang peserta aksi melakukan orasinya di tengah aksi 55 depan Gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta, Jumat (5/5/2017). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Maarif menyampaikan, massa Alumni 212 akan kembali menggelar aksi pada Jumat (24/11/2017). Unjuk rasa tersebut menuntut penangkapan politikus Partai NasDem, Viktor Laiskodat.

Ia menilai, Viktor telah menistakan agama Islam terkait pidato mereka di Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu. Aksi massa tersebut rencanannya berlangsung di Kantor DPP NasDem, longmarch ke Bareskrim Polri Jakarta.

"Jumlah massa ada ribuan, bersama ormas lainnya akan bergabung," kata Slamet kepada wartawan, Kamis (23/11/2017).

Demonstrasi yang berlangsung besok, kata dia merupakan aksi damai. Pihaknya juga sudah melaporkan rencana tersebut ke Polda Metro Jaya. Para massa pengunjuk rasa, akan menuntut agar politis ini dijerat sanksi hukum.

Viktor memang dianggap telah menuding sejumlah partai politik (parpol) memberikan dukungan terhadap kelompok yang ingin menegakan khilafah. Mereka adalah Partai Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN.

Ujaran tersebut dinilai kemudian dilaporkan ke Bareskrim Polri. Namun pihak kepolisian menyatakan tak bisa menindaklanjuti dugaan kasus ujaran kebencian tersebut karena Viktor disebut memiliki hak imunitas sebagai anggota DPR.

Hak imunitas diatur dalam Pasal 224 Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3).

Pakar Hukum Pidana Universitas Indonesia Indriyanto Seno Adji menilai, aturan hak imunitas dalam Undang-Undang MD3 tidak bersifat mutlak. Dengan kata lain apabila seorang anggota dewan berpidato SARA maka tetap bisa diproses.

"Immunity Right (hak imunitas) itu tidak ada yang bersifat absolut atau mutlak, yaitu dalam hal penyelenggara negara tidak dalam kapasitas menjalankan tupoksinya sebagai anggota dewan," kata Indriyanto.

Menurut dia, kasus tersebut tetap bisa dilanjutkan apabila ditemukan unsur penyalahgunaan wewenang.

Seperti halnya yang terjadi pada Mantan anggota DPR RI, Fanny Safriansyah alias Ivan Haz pada 2016 lalu. Meski sebagai anggota dewan, namun ia telah melakukan penganiyaan terhadap asisten rumah tangga (ART)-nya.

Penulis Andi Mohammad Ikhbal

Tags:

Viktor LaiskodatHak ImunitasUjaran SARAPolitisi NasDem