Home » Peristiwa » Nasional

Masinton: Jangan Anak Emaskan KPK

print this page Rabu, 15/11/2017 | 09:10

Gedung KPK. FOTO: RILIS.ID/Ridwan.

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu meminta masyarakat untuk tidak mengagungkan KPK. Karena, lembaga antirasuah ini, dalam menjalankan tugasnya, tidak lepas dari kesalahan, untuk itu perlu diperbaiki.

"Sudahlah, kita berhenti untuk menganakemaskan KPK. Toh KPK nggak hebat-hebat banget kemajuan nya," katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Anggota Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket terhadap KPK ini juga menyoroti kinerja lembaga antirasuah yang dinilai tidak berani mengusut kasus-kasus besar. Padahal, lanjutnya, dalam bekerja KPK dibiayai dengan anggaran yang cukup besar.

Justru, sambungnya, sejak dibentuk, KPK tidak memperlihatkan kemajuan dalam upaya pemberantasan korupsi, terlihat dari banyaknya pejabat negara yang di Operasi Tangkap Tangan (OTT) kan oleh lembaga antirasuah ini.

Selain itu, KPK juga sibuk mencari kesalahan orang dengan melakukan penyadapan yang tanpa izin pengadilan.

"Mana perkara kasus korupsi yang besar diungkap KPK? Kerjaan nya (KPK) hanya nguping, nyadap doang. Secara UU keputusan MK (penyadapan) harus ada perintah peradilan, terus SOP nya mana. Ini benar nggak. Terus kita dipaksa agar KPK bener," kata Masinton dengan raut wajah marah.

Disisi lain, politisi PDIP itu juga heran pada kasus laporan masyarakat kepada polisi tentang KPK. Menurut dia, laporan itu tidak pernah terdengar diproses oleh pihak berwajib, meskipun kasus tersebut ada unsur pidananya. 

Dia mencontohkan kasus yang melibatkan penyidik senior KPK, Novel Baswedan, saat itu masih menjabat sebagai Kepala Unit Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) di Polsek wilayah Polda Bengkulu, yang ditersangkakan melakukan  penembakkan terhadap enam orang pencuri sarang burung walet. Menurut Masinton, kasus tersebut hilang begitu saja.

"Seperti kasus Novel di Bengkulu jelas dia nembak orang. Sampai saat ini kejaksaan juga nggak berani tindaklanjuti.  Alasannya  dikrimanilasi atau dilemahkan. Kalau mereka merasa dilemahkan memang mentalnya saja lemah. Dikit-dikit mau dilemahkan," tukas Masinton.

Penulis Tio Pirnando
Editor Sukarjito

Tags:

KPKMasintonDPR RI

loading...