logo rilis
Masih Ada 13 Kursi Kosong untuk Mudik ke Solo nih
Kontributor
Kurniati
07 Juni 2018, 12:00 WIB
Masih Ada 13 Kursi Kosong untuk Mudik ke Solo nih
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Bogor— Masih tersisa 13 kursi kosong untuk jurusan Solo dari Kota Bogor, Jawa Barat.

"Sampai hari ini kursi kosong masih tersedia untuk tujuan Solo, total ada 13 kursi lagi," kata Kepala Bidang Angkutan, Dinas Perhubungan Kota Bogor, Jimy Hutapea, di Bogor, Kamis(7/6/2018).

Sebelumnya, sekitar dua hari yang lalu Dishub Bogor mengumumkan kepada masyarakat, program mudik gratis 2018 masih tersedia 74 kursi terdiri atas 44 kursi tujuan Solo dan 30 kursi tujuan Jogjakarta.

Jimy menjelaskan, program mudik gratis ini merupakan program Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat. 

Untuk pertama kalinya Kota Bogor memfasilitasi penyelenggaraan mudik gratis tersebut.

Kuota yang diberikan kepada Kota Bogor sebanyak 440 kursi dengan 10 armada. Tujuannya Solo dan Jogjakarta.

Pendaftaran mudik gratis ini telah dibuka sejak 23 Maret sampai 27 April ditutup karena sudah memenuhi kuota.

Hingga sampai batas waktu pencetakan tiket mudik, sebanyak 74 pendaftar mengundurkan diri dengan berbagai alasan.

"Alasannya bermacam-macam, ada yang batal mudik, ada yang beralih ke program mudik dari Kemenhub, karena mudik gratisnya pulang pergi. Kalau kita hanya untuk keberangkatan saja, pulangnya tidak," kata Jimy.

Mengingat banyak animo masyarakat yang mendaftar pada saat kuota penuh, lanjut Jimy, maka Dishub berinisiatif untuk membuka kembali pendaftar sampai tanggal 8 Juni ini.

"Kita masih menunggu masyarakat yang masih mau menggunakan fasilitas mudik gratis sampai besok (Jumat, red)," katanya.

Ia menyebutkan, seluruh penumpang program mudik gratis akan diberangkatkan tanggal 9 Juni 2018 dari GOR Pajajaran, dilepas oleh Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bogor.

Program mudik gratis yang difasilitasi oleh Dishub Kota Bogor khusus untuk warga Kota Bogor yang dibuktikan dengan kartu tanda kependudukan setempat.

Jimy mengatakan, pemerintah pusat maupun provinsi menyelenggarakan mudik gratis karena melihat data masih banyak masyarakat yang membutuhkan fasilitas mudik, sementara kondisi mereka dalam kekurangan.

Dengan program mudik gratis ini diharapkan ada peralihan para pemudik roda dua supaya memanfaatkan fasilitas mudik gratis menggunakan moda bus.

"Data kecelakaan tertinggi pengguna roda dua. Makanya pemerintah mengadakan mudik gratis ini," kata Jimy.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)