logo rilis
Masa? Maret Harga Beras di Jakarta Turun 3,16 Persen
Kontributor
Intan Nirmala Sari
02 April 2018, 22:38 WIB
Masa? Maret Harga Beras di Jakarta Turun 3,16 Persen
Pekerja mengangkut beras di Gudang Pasar Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (26/7/2017). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Tekanan harga di Provinsi DKI Jakarta pada bulan ketiga 2018 kembali menunjukkan penurunan. Ini didukung perkembangan harga-harga ibukota sepanjang Maret dan menempatkan inflasi di level rendah 0,09 persen (month to month/mtm). Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta Trisno Nugroho mengatakan rendahnya inflasi Maret 2018 dibandingkan bulan sebelumnya, disebabkan deflasi kelompok bahan makanan. 

"Harga beras turun cukup dalam sebesar 3,16 persen mtm. Ini karena, mulai meningkatnya jumlah pasokan ke Jakarta akibat panen di beberapa daerah sentra. Harga beras sangat berpengaruh terhadap pergerakan inflasi bahan makanan secara keseluruhan, karena memiliki bobot yang cukup besar," jelas Trisno dalam pernyataan resmi, Senin (2/4/2018).

Inflasi Jakarta sepanjang Maret tercatat lebih rendah dibandingkan rata-rata tiga tahun sebelumnya, yakni 0,13 persen mtm. Begitu juga, jika dibandingkan dengan inflasi nasional yang mencapai 0,20 persen mtm. Dengan perkembangan ini, laju inflasi DKI Jakarta sejak awal tahun tercatat sebesar 0,89 persen (year to date/ytd).

Sementara itu, beberapa harga pangan utama lainnya yang terpantau turun adalah daging ayam ras turun 1,52 persen dan telur ayam ras 0,81 persen secara mtm. Walau demikian, penurunan harga pangan sedikit tertahan oleh harga-harga komoditas hortikultura seperti bawang putih, cabai merah dan bawang merah yang naik masing-masing sebesar 8,24 persen, 6,98 persen, dan 5,28 persen (mtm), akibat berkurangnya pasokan. Berbagai perkembangan tersebut, menyebabkan kelompok pengeluaran bahan makanan mengalami deflasi sebesar 0,41 persen (mtm).

Di sisi lain, turunnya inflasi di Jakarta disebabkan terbatasnya permintaan masyarakat secara umum di ibukota, walau terdapat perayaan Hari Paskah pada akhir Maret. Beberapa pergerakan harga barang yang tergabung dalam kelompok inflasi inti juga terpantau bergerak relatif terbatas, seperti emas perhiasan (0,64 persen mtm) dan makanan jadi (0,15 persen mtm).

"Ke depan, harga beras diprakirakan akan kembali turun seiring dengan jumlah pasokan yang kian meningkat. Kenaikan harga minyak internasional, yang diikuti dengan kenaikan harga BBM nonsubsidi, diperkirakan tidak memberikan dampak signifikan terhadap inflasi secara keseluruhan. Berbagai kebijakan pemerintah dan perkembangan harga tersebut diperkirakan tetap mampu mendukung pencapaian sasaran inflasi nasional tahun 2018," ungkapnya.

Penguatan koordinasi BI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat melalui TPID, dan forum-forum yang ada akan terus ditingkatkan. Hal itu perlu dilakukan, mengingat pengendalian harga memerlukan kerjasama dan sinkronisasi langkah kebijakan dari tingkat pusat hingga daerah, serta komitmen yang kuat dalam implementasi kebijakan yang telah diputuskan. Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan inflasi DKI Jakarta tahun 2018 dapat tetap terjaga dan mendukung capaian sasaran inflasi nasional sebesar 3,5% ± 1%.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)