logo rilis
Mardani Bacakan Deklarasi #2019GantiPresiden
Kontributor
Syahrain F.
06 Mei 2018, 18:31 WIB
Mardani Bacakan Deklarasi #2019GantiPresiden
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Inisiator gerakan #2019GantiPresiden yang juga Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera membacakan deklarasi yang memuat tujuan aksi tersebut.

"Kami relawan nasional #2019GantiPresiden dengan ini menyatakan sikap keprihatinan atas kemiskinan, ketidakadilan, ketidakberpihakan dan ancaman terhadap kedaulatan serta krisis kepemimpinan yang terjadi saat ini di bumi NKRI," kata Mardani dari atas mobil komando dalam aksi #2019GantiPresiden di dekat Patung Kuda, Jakarta, hari ini (6/5/2018).

Ada sekitar 300 orang berkumpul di lokasi tersebut lengkap dengan atribut kaos, topi, pin, selempang bendera dan barang lainnya yang bertuliskan #2019GantiPresiden. Barang-barang itu dijual puluhan penjual yang menggelar dagangannya di trotoar dan jalan sekitar lokasi.

"Oleh karena itu kami bertekad akan terus berjuang bersama seluruh rakyat untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik, berdaulat, bermartabat, adil, makmur dan berakhlak mulia," ungkap Mardani.

Di samping Mardani, hadir juga penggagas aksi #2019GantiPresiden Neno Warisman yang memimpin massa menyanyikan lagu-lagu dan yel-yel sebelum pembacaan deklarasi.

"Dengan memohon ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala dan dukungan seluruh rakyat, kami siap mengawal jalannya pemilu yang jujur, adil dan bebas dari segala bentuk kecurangan, hingga terwujudnya #2019GantiPresiden dan konstitusional pada 17 April 2019," ungkap Mardani.

Kepada wartawan seusai acara, Mardani mengatakan, acara hari itu berjalan dengan damai dan tertib.

"Pak Jokowi sudah bekerja keras tapi kami ingn yang lebih baik membawa Indonesia menghadapi tantangan zaman. Kami tadi membicarakan 5 sila Pancasila untuk memberikan koreksi terhadap pemerintah," kata Mardani.

Ia awalnya merasa ada kesulitan untuk mendapatkan izin lokasi pelaksanaan acara tersebut.

"Kita ingin pemerintah yang menghargai musyawarah bukan pemerintah yang membungkam perbedaan pendapat, kami merasakan ada ke kiri dan ke kanan dalam izin padahal acara hari ini alhamdulilah berlangsung tertib, aman, damai," jelas Mardani.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)