logo rilis

Marak Program Magang Palsu, KPAI Surati Kedubes Malaysia
Kontributor
Elvi R
03 April 2018, 18:23 WIB
Marak Program Magang Palsu, KPAI Surati Kedubes Malaysia
Ketua KPAI Susanto. FOTO: RILIS.ID/Tio Pirnando

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan, KPAI akan menyurati Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta terkait kasus program magang palsu di negara tersebut dengan korban siswa-siswi SMK asal Indonesia.

"Surat itu agar menjadi evaluasi bagi dalam negeri Malaysia. Jangan ada lagi eksploitasi atau trafficking atas nama apa pun," kata Susanto dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Susanto juga mengatakan, KPAI mendesak pemerintah Malaysia untuk mengusut kasus program magang palsu yang menjadi modus eksploitasi anak-anak siswa sekolah kejuruan asal Indonesia itu.

"Bila pihak-pihak yang menjalankan program magang palsu itu terbukti bersalah, KPAI akan mendesak pemerintah Malaysia menghukum perusahaan tersebut," ungkapnya.

Menurut data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Tengah, korban mencapai 138 orang terdiri atas 86 korban dari Nusa Tenggara Timur dan Jawa Timur dan 52 korban dari salah satu SMK di Kendal, Jawa Tengah.

"Kasusnya kini tengah disidangkan di Pengadilan Negeri Semarang dengan terdakwa Direktur PT Sofia bernama Windy yang bekerja sama dengan PT Walet Maxim Birdnest milik Albert Tei di Selangor, Malaysia," kata Komisioner Bidang Trafficking dan Eksploitasi Anak KPAI Ai Maryati Solihah.

Ai menyebut, kasus tersebut harus menjadi momentum dunia pendidikan, terutama sekolah-sekolah kejuruan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta dinas pendidikan di daerah, untuk mewaspadai program magang di luar negeri.

"Siswa-siswi SMK itu dieksploitasi secara kejam dengan jam kerja hingga 18 jam per hari, gaji rendah dan diperlakukan secara tidak manusiawi," tuturnya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)