logo rilis
Marak OTT, Kapolri Sarankan Pilkada Dievaluasi
Kontributor
Nailin In Saroh
14 Maret 2018, 13:48 WIB
Marak OTT, Kapolri Sarankan Pilkada Dievaluasi
Kapolri Jendral, Tito Karnavian. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Kapolri Jendral, Tito Karnavian, menyarankan adanya evaluasi pelaksanaan Pilkada Serentak 2018. Hal ini lantaran banyak calon kepala daerah yang terjaring operasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga membutuhkan modal tinggi untuk kampanye politik.

"Kita melihat banyak sekali kepala daerah yang terkena OTT diduga terkena tindak pidana korupsi. Untuk itu kami menyarankan untuk dilakukan evaluasi tentang sistem Pilkada langsung ini kalau memang baik dilanjutkan, kalau lebih banyak mudaratnya dicarikan solusi yang lain, ujar Tito di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Kendati demikian, Mantan Kapolda Metro Jaya ini menegaskan akan tetap menindaklanjuti para kepala daerah yang terlibat kasus korupsi dengan berkoordinasi dengan KPK dan Kejaksaan untuk mengurangi politik uang.

"Yang sudah kita lakukan, proses udah jalan maka, Polri bersepakat dengan Kejaksaan untuk mengawasi politik uang terutama dengan metode OTT. Saya kira dari KPK sudah melakukan OTT dari Polri juga satu kali melaksanakan OTT kepada Panwaslu dan KPU yang diduga menerima suap dari Paslon tertentu," jelasnya.

"Sekali lagi ini tujuannya hanya untuk mereduce dan match tanpa bermaksud berpihak pada partai manapun juga," tambah Tito.

Selain itu, Polri juga mengedepankan pencegahan tindak pidana korupsi. Sebab saat ini metode yang digunakan adalah tangkap dan langsung di proses hukum.

"Kita menginginkan adanya fit and fix. Jadi kalau sudah ditangkap diproses cari akar masalahnya apa perbaiki supaya tidak terulang. Di samping lebih mengedepankan langkah-langkah pencegahan di samping selain pemberantasan yang selama ini mungkin cukup intens," tandasnya.
 

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)