logo rilis
​Mantapkan Ketersediaan Benih Padi Kalteng, BPTP Panen Varietas Unggul Baru
Kontributor
Fatah H Sidik
19 April 2018, 18:34 WIB
​Mantapkan Ketersediaan Benih Padi Kalteng, BPTP Panen Varietas Unggul Baru
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Barito Timur— Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian (Balitbangtan Kementan) terus berupaya membantu ketersediaan dan penyebaran benih varietas unggul baru (VUB) padi. Dengan begitu, diharapkan produksi nasional meningkat, khususnya terkait produktivitas dan stabilitas hasil tanaman.

Salah satu upaya yang dilakukan, memanen calon benih di atas lahan 30 hektare di Talohen Hulu, Ampah Kota, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, Kamis (19/4/2018). Varietas yang dipanen, di antaranya Inpari 30 Ciherang Sub-1, Situ Bagendit, dan Inpari 41 Tadah Hujan Agritan.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalteng, FF Munier, mengatakan, panen benih ini untuk membantu ketersediaan dan penyebaran VUB padi Balitbangtan di Kalteng. Distribusi dilakukan Tim Perbenihan BPTP Kalteng.

"(Ini) salah satu dukungan BPTP Kalimantan Tengah mendukung tersedianya benih bermutu di Kalimantan Tengah, dan mendukung terwujudnya swasembada pangan di Kalimantan Tengah," ujarnya sela panen, beberapa saat lalu.

Panen itu tak lepas dari kerja sama antara BPTP Kalteng selaku produsen benih dengan beberapa kelompok penanangkar padi. Satu di antaranya, dengan Kelompok Penangkar Mugi Tuwuk sejak 2015.

Kerja sama dilakukan, agar benih VUB padi Balitbangtan tersedia secara tepat varietas, mutu, jumlah, waktu, lokasi, dan harga sesuai kebutuhan petani. Tujuan lain, membantu penyediaan benih unggul bermutu secara berkelanjutan.

"Pendampingan terhadap petani penangkar yang dilakukan oleh Tim Perbenihan BPTP Kalimantan Tengah mulai dari proses pengolahan lahan, penanaman, proses seleksi, hingga panen," terang Munier.

Produktivitas VUB tersebut mencapai 7,4 ton gabah kering panen per hektare. Hasil panen calon benih ini, akan dilanjutkan pada proses pelabelan benih agar tersertifikasi.

Bersamaan dengn panen, lokasi penangkaran benih dijadikan lokasi field trip untuk peragaan teknologi dan varietas bagi peserta "Temu teknis Inovasi Pertanian Perbenihan Padi". Perserta temu teknis, adalah penyuluh pertanian, KTNA, serta penangkar padi di Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, dan Murung Raya.

Panen tersebut turut dihadiri sejumlah pihak. Misalnya, Kodim 1012 Buntok, Distan Barito Timur, BPSBTPH, Lurah Ampah Kota, Kepala BPP Dusun Tengah, serta kelompok tani se-Dusun Tengah.

Hingga kini, Balitbangtan Kementan telah menghasilkan 88 VUB padi. Perinciannya, 19 verietas hibrida (HIPA) dan 68 varietas inbrida.

Sumber: Twenty Liana/Balitbangtan Kementan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)