logo rilis
Mantan Terpidana Teroris Ini Beberkan Cara Berantas Radikalisme
Kontributor
Tari Oktaviani
19 Mei 2018, 15:30 WIB
Mantan Terpidana Teroris Ini Beberkan Cara Berantas Radikalisme
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supartman

RILIS.ID, Jakarta— Mantan terpidana teroris, Yudi Zulfachri menilai, perlu keterlibatan ormas Islam untuk mengajak para kelompok teroris merubah ideologinya terkait radikalisme. Menurutnya, tugas deradikalisasi tersebut tidak bisa dipegang oleh aparat negara seperti BNPT misalnya, sebab para kelompok teroris sudah pasti tak percaya dengan mereka.

"Dalam kelompok teroris itu ada in grup dan out grup. Semua pihak yang out grup enggak akan didengar. Untuk memoderisasi itu enggak bisa pake out grup. Misal BNPT langsung masuk. Saya waktu itu dengerin Ustaz Ali Imran makanya tobat. Yang lain saya tolak makanya pelibatan ormas Islam ini penting makanya," katanya dalam diskusi di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (19/5/2018).

Dia mengatakan, hampir semua organisasi teroris memiliki visi yang sama, yakni ingin merubah Indonesia menjadi negara Islam. Sebab, menurut Yudi, banyak dari mereka berpikir Indonesia tak lagi mendukung Islam sebagai prinsip ajaran negara nomer satu. Bahkan para organisasi teroris sering berpikir, Pancasila menjadi seperti bagian dari berhala.

"Perlu libatkan ormas Islam lain yang lurus untuk buka pikiran ini. Jangan ada lagi pikiran harus ubah negara ini negara Islam. Indonesia tidak memusuhi syariat Islam buktinya di Aceh diberi kelegalan," tegasnya.

Untuk itu Yudi mengatakan, yang kini belum banyak tersentuh yaitu ideologi. Padahal menurutnya ideologi menjadi dasar para kelompok teroris melakukan aksinya.

"Ideologi menentukan mereka tentukan target. Di RUU, 15 definisi terorisme enggak masuk ke ideologi padahal penyebab lahirnya itu ideologi. Saya lulusan IPDN dan saya tidak miskin tapi ada ideologi masuk jadilah saya teroris," paparnya.

Editor: Elvi R


500
komentar (0)