logo rilis
Mantan Pimpinan KPK Bocorkan Kendala Tersangkakan Boediono, Ini Loh
Kontributor
Tari Oktaviani
17 April 2018, 13:53 WIB
Mantan Pimpinan KPK Bocorkan Kendala Tersangkakan Boediono, Ini Loh
Boediono. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Indriyanto Seno Adji menceritakan salah satu alasan Boediono Cs belum ditetapkan sebagai tersangka ialah karena belum jelasnya peran yang bersangkutan dalam kasus korupsi dana talangan bank Century. 

Ia melihat, walaupun nama mantan Wakil Presiden itu masuk ke amar putusan hakim saat vonis Budi Mulya, namun kala itu belum ada bukti riil perbuatan Boediono.

"Walaupun dalam dakwaan ada pasal 55 KUHP berupa penyertaan dari para pelaku (Boediono dkk) tapi pengamatan kami, pertimbangan putusan ini mengandung obscuur atau ketidakjelasan peran di antara pelaku peserta sehingga sulit menentukan bukti dan bentuk Mens Rea dari pelaku (misalnya Boediono)," katanya, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Ia mengatakan, belum diusutnya Boediono bukan karena ia memiliki kekuasaan atau berpihak sebagai Mantan Wapres. Namun, menurutnya memang sulit untuk menemukan mens rea perbuatan Boediono dalam kasus ini.

"Tahapan perbuatan pelaku itu masih pada tataran garis kewenangan dan kebijakan yang dimilikinya, masih dalam batas pelaksanaan sesuai kewenangannya jadi belum terlihat Mens Rea," paparnya.

Dengan kata lain, Indriyanto yang juga pakar hukum pidana itu melihat bahwa kesulitannya pada teknis hukum. Oleh karenanya, Hakim Praperadilan juga dipandangnya tidak memiliki otoritas untuk menentukan dan menetapkan seseorang sebagai subyek Tindak Pidana.

"Sangat sulit pembuktian Mens Rea dg basis subyektifitas tersebut. Inilah salah satu kendala pembuktian yuridisnya.  Jd kendala bukan pada SDM KPK ataupun status mantan Wapres tapi kendala lebih pada teknis hukum," tegasnya.

Sebelumnya, Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) memenangkan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) terkait kasus dugaan korupsi dana talangan/bailout Bank Century‎.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan, pihaknya akan menyerahkan salinan putusan praperadilan dari PN Jaksel kepada KPK secepatnya. Ia pun berharap agar KPK segera menuntaskan kasus ini dengan menetapkan tersangka baru.

"Atas dikabulkannya gugatan praperadilan yang diajukan MAKI lawan KPK dalam kasus korupsi Century, maka tidak ada alasan lagi KPK untuk tidak menetapkan tersangka baru dalam kasus Century," jelas Boyamin di Jakarta.

Dalam kasus ini setelah terdakwa Budi Mulya divonis bersalah sejak dua tahun lalu dalam perkara Century, hingga kini KPK belum menetapkan tersangka baru. MAKI kemudian mengajukan gugatan praperadilan melawan KPK terkait kasus Century hingga tiga kali agar KPK menetapkan tersangka baru.

Perkara ini memang kerap menyeret beberapa nama pejabat penting negara kala itu. Seperti pernah disebut dalam dakwaan Budi Mulya, mereka di antaranya ‎Boediono, Muliaman D Hadad, Hartadi, Miranda Goeltom, dan Raden Pardede.

Editor: Sukardjito


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)