logo rilis
Mantan KSAU Ada Pihak Lain sebabkan Korupsi di Heli AW 101
Kontributor
Tari Oktaviani
06 Juni 2018, 21:45 WIB
Mantan KSAU Ada Pihak Lain sebabkan Korupsi di Heli AW 101
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal (Purn) Agus Supriatna menyebut ada pihak lain yang membuat timbulnya kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Heli Augusta Westland (AW-101) tahun anggaran 2016-2017. Namun begitu ia tidak menyebut siapa orang yang dimaksud.

"Sebetulnya dari awal dulu saya tidak mau bikin gaduh, bikin ribut permasalahan ini karena AW 101 ini harusnya teman-teman juga tahu. Tanya kepada yang membuat masalah ini tahu enggak UU APBN. Tahu enggak mekanisme anggaran APBN itu seperti apa. Kalau tahu tidak mungkin melakukan hal ini," katanya usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Rabu (6/6/2018). 

Ia pun merasa heran sebab para pihak yang menyetujui pengadaan tak memperhatikan aturan yang ada. Padahal, sudah jelas pengadaan alutsista diatur dalam peraturan Menteri Pertahanan Nomor 17 Tahun 2011 dan ada juga Peraturan Panglima Nomor 23 Tahun 2012.

Oleh karenanya, Agus menyayangkan beberapa pihak yang terkesan saling menyalahkan satu sama lain. Padahal, ia merasa jika semua duduk bersama maka permasalahan akan terpecahkan.

"Sebenarnya ini semua tuh bisa duduk bersama. Duduk bersama antara menteri pertahanan, Panglima TNI yang sebelumnya duduk bersama. Kita pecahkan bersama di mana sebetulnya masalahnya ini. Begitu jangan masing-masing merasa hebat, merasa benar karena punya kekuasaan," tutupnya.

Dalam kasus ini KPK ‎sendiri telah menetapkan satu tersangka dari pihak swasta yakni, Irfan Kurnia Saleh. Irfan diduga sebagai pengatur pemenangan proyek pengadaan Heli AW-101 tahun anggaran 2016-2017.

Sementara itu pihak TNI juga telah menetapkan empat perwira TNI ‎sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Heli AW-101, tahun anggaran 2016-2017. Empat tersangka tersebut yakni, Marsekal Pertama TNI, FA, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Kemudian, Letnan Kolonel, WW, selaku pemegang kas; Pembantu Letnan Dua, SS; serta, Kolonel Kal, FTS, selaku Kepala Unit pada TNI AU. Atas perbuatan mereka, negara dirugikan sebesar Rp224 miliar.

Editor: Sukardjito


500
komentar (0)