logo rilis
Manfaat Sujud bagi Kesehatan
kontributor kontributor
Taruna Ikrar
20 Juni 2017, 23:36 WIB
Professor & Dean, Biomedical Sciences, National Health University, California, USA.
Manfaat Sujud bagi Kesehatan

Islam mengajarkan akan pentingnya, kesehatan tubuh dan spiritual. Sehingga semua aspek ibadah dalam Islam senantiasa merujuk dan memberikan manfaat kesehatan tubuh dan rohani, fisik biologi dan spiritual. Salah satu manifestasi ibadah adalah sujud dalam Shalat, yang kalau ditinjau secara mendalam memberikan kemanfaatan fisiologi yang amat proporsional bagi anatomi tubuh manusia, khususnya fungsi otak manusia.

Shalat diturunkan untuk menyempurnakan ibadah fisik dan rohaniah kepada sang pencipta. Demikian pula salah satu rukun shalat adalah sujud, yang tidak boleh ditinggalkan. Sebagaimana Hadis Riwayat Muslim, Rasulullah Muhammad SAW bersabda: Aku disuruh bersujud pada tujuh tulang pada kening seraya menunjuk dengan tangannya kepada hidungnya, dua tangan, dua lutut dan ujung-ujung jari kaki. 

Baca Juga

Secara fisik kondisi sujud menunjukkan sebuah penghambaan total. Bagaimana posisi itu begitu sangat rendahnya. Namun di balik kepasrahan dan kerendahan itu sesungguhnya Allah swt akan meninggikan derajatnya. Sehingga yang paling hakiki dari sujud adalah merasakan kedekatan antara seorang hamba dan Tuhannya. Berdasarkan hal di atas, sujud memberi arti yang sangat penting dalam penghambaan kita kepada Allah SWT. 

Selanjutnya, dalam aspek kesehatan berdasarkan ilmu kedokteran terkini, sujud memberikan manifestasi yang luar biasa bagi kesehatan otak. Hal tersebut dapat diterangkan sebagai berikut:

Perederan Darah dan Saturasi Oksigen Otak
Kondisi tubuh pada saat Sujud dalam shalat, dengan gerakan tubuh menungging dengan meletakkan kepala-dahi, hidung, kedua telapak tangan, lutut, ujung kaki pada lantai, sehingga posisi dahi, hidung, telapak tangan, kedua lutut dan kaki sejajar diatas permukaan bumi. Posisi seperti ini dan akibat kekuatan gravitasi bumi menyebabkan: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak, serta berbagai bagian kepala lainnya. 

Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah yang kaya oksigen bisa mengalir maksimal kebawah atas pengaruh gravitasi bumi, sehingga mengalir sempurna ke daerah otak. Aliran tersebut akan memperkaya saturasi atau kandungan Oksigen, serta berbagai zat-zat utama yang dibutuhkan oleh otak. 

Sebagaimana diketahui bahwa otak merupakan organ yang sangat sensitif terhadap kekurangan oksigen. Sehingga dengan penambahan oksigen dalam jumlah tertentu akan meningkatkan proses pembentukan dan koneksi sinapsis diantara milliaran sel-sel saraf. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah yang kaya oksigen, immune systemneurotransmitter, serta zat-zat nutrien yang sangat dibutuhkan otak, sehingga sujud tersebut akan memacu kerja sel-selnya.

Selanjutnya sebagaimana diketahui, dalam ilmu neurosains, struktur otak manusia yang begitu kompleks terdiri dari 100 miliar sel. Dalam setiap sel neuron otak terdapat sekitar 10.000 koneksi, yang disebut sinapsis, sehingga total koneksi di otak, hingga ribuan trilliun sinapsis atau koneksi. Koneksinya itu dari segi struktur, organisasi, jaringan, dan fungsionalnya. Struktur, koneksi atau trilliunan sinapsis otak ini, sangat membutuhkan pasokan nutriens, oksigen serta neurotransmitter dan agen immune tubuh, yang bisa menjaga proses fisiologi otak yang sempurna.

Proses fisiologi yang sempurna ini, bisa menjaga dan meningkatkan proses plastisitas, neurogenesis atau perbaharuan, serta dinamika fungsi sistem saraf di dalam otak. Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah, yang pada akhirnya menjamin pemenuhan semua kebutuhan sistem saraf berupa: Oksigen, elektrolit, neurotransmitter, enzim-enzim, serta semua kebutuhan utama otak secara maksimal dan efisen.

Aspek Rohaniah atau Spiritual
Nilai sujud dalam pandangan Spritual mencakup makna yang meliputi ketundukan, kekhusyukan, pengagungan, ketaatan dan lainnya. Ketundukan, pengagungan, kekhusyukan dan merendahkan diri adalah indikasi yang menunjukkan penyembahan pelakunya kepada pihak yang dijadikan objek ibadahnya. Gerakan sujud merupakan refleksi ketundukan yang terjadi secara sempurna. Sehingga gerakan jiwa yang penuh kesombongan, keangkuhan dan emosi akan hilang setelah kening dan hidung menempel ke tanah. Menempelnya kening dan hidung ke tanah, sebuah tempat yang selalu diinjak-injak oleh kaki, adalah kondisi kuat ketundukan dan kepasrahan pelakunya kepada Dzat yang ia sembah.

Dalam artian, dalam pandangan ilmu elektrodinamik, sujud adalah proses grounding seluruh energi tubuh kita, sebagai upaya penghambaan dan menjadikan kepastian bahwa penghambaan dan penyembahan, merupakan kewajiban seorang hamba, yang akan membawa dampak yang sangat penting bagi kehidupannya. Dalam pemahaman Islam, Sujud tidak boleh diberikan kecuali kepada Allah swt. Karena itu, semua bentuk ketundukan kepada selain Allah adalah batil dan tidak sah.

Suasana ketundukkan, kepatuhan, penghormatan, dan ketaatan hanya kepada Allah SWT semata, akan menimbulkan rasa kepastian bahwa kehidupan ini tergantung kepada Allah SWT, pemilik dan pencipta alam semesta. Dengan manifestasi tersebut, akan memberikan kepastian kehidupan dan ketenangan batin, rohani dan spiritual. Sehingga dengan kepastian tersebut, menimbulkan rasa aman, damai, dan tenang. Yang pada akhirnya membuat kebahagian hidup secara fisikal biologi dan rohaniah atau spiritual menjadi seimbang. Keseimbangan keduanya, akan  memberikan dampak secara biologi sistem saraf berupa: harmonisasi neurotransmitter sistem saraf, seperti epinephrine, dopamine, acetyl choline, demikian pula keseimbangan antara excitatory dan inhibitory neuron. 

Kondisi ini akan memberikan rasa spiritual atau jiwa yang tenang. Jauh dari perasaan khawatir, stres, cemas dan berbagai manisfestasi negatif dari psikoneurologis. Kondisi ini baik secara langsung maupun secara tidak langsung akan meningkatkan kesehatan Otak. Dengan peningkatan Saturasi oksigen, peningkatan sirkulasi darah otak, serta pemenuhan kebutuhan nutrisi elektrolit, neurotransmitter yang berarti secara prinsip sujud dapat mencegah otak dari serangan stroke dan kepikunan.

Berdasarkan uraian di atas, dapat ditemukan manfaat fungsi saraf di otak, jika secara rutin kita melakukan ibadah shalat dengan gerakan sujud yang tepat dan benar. Manfaat tersebut dapat dilihat dalam konteks fungsi otak sebagai berikut: 

1. Peningkatan saturasi oksigen, nutrients (zat-zata makanan dan elektrolit), serta neurotransmitters di otak; 

2. Meningkatkan sipnapsis dan neurogenesis/perbaharuan sel-sel saraf; 

3. Peningkatan rasa bahagia sebagai manifestasi unsur ketakwaan dan penghambaan; 

4. Menurunkan rasa cemas, stres, khawatir dan ketakutan; 

5. Memperbaiki harmonisasi atau keseimbangan sistem saraf, khususnya berhubungan dengan excitatory dan inhibitory neuron. .

6. Mencegah otak dari serangan stroke dan kepikunan.

Kesemua manfaat di atas, pada akhirnya akan bermuara dalam peningkatan kesehatan otak secara keseluruhan.


#taruna ikrar
#lentera
#kolom
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID