logo rilis
Manfaat Penguasaan Teknologi Kultur Antera bagi Akselerasi Perakitan Varietas
Kontributor
Kurniati
05 Mei 2018, 15:45 WIB
Manfaat Penguasaan Teknologi Kultur Antera bagi Akselerasi Perakitan Varietas
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Swasembada pangan, baik padi jagung maupun kedelai (pajale) merupakan program strategis yang menjadi sasaran pembangunan pertanian saat ini. 

Program tersebut memerlukan dukungan teknologi agar produktivitas dan luas areal tanaman dapat ditingkatkan. 

Tantangan itu harus dapat diatasi karena kebutuhan beras terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan adanya perubahan pola konsumsi penduduk dari non beras ke beras. 

Peningkatan produktivitas tanaman baik pada lahan subur  maupun lahan sub-optimal memerlukan varietas tanaman yang dapat beradaptasi dan berpotensi produksi tinggi serta ketahanan terhadap cekaman biotik maupun abiotik. 

Untuk dapat mempercepat perakitan varietas padi, Balitbangtan perlu menguasai dan menerapkan teknologi yang makin baik.  

Penerapan metode pemuliaan konvensional  terbukti mampu menghasilkan banyak varietas unggul. 

Namun, dengan adanya tuntutan untuk makin cepat menghasilkan varietas unggul baru, diperlukan teknik-teknik baru agar mampu mengakselerasi perakitan varietas unggul tersebut. 

Salah satu teknik yang dapat digunakan antara lain kultur antera. 

Teknik ini merupakan teknik yang berbasis bioteknologi in vitro, pemuliaan konvensional yang memiliki banyak tahapan mulai proses persilangan, penggaluran dan pengujian-pengujian sampai galur dapat dilepas sebagai varietas dan diperbanyak produksi benihnya.

Untuk mencapai hal tersebut diperlukan waktu 7 hingga 10 tahun. 

Dari rangkaian proses tersebut waktu terlama, sekitar 4 hingga 5 tahun, adalah saat melakukan penggaluran dengan cara seleksi setiap generasi sampai mencapai minimal generasi F8. 

Upaya untuk memperoleh galur murni dengan homozygositas tinggi melalui kegiatan seleksi, merupakan salah satu kegiatan terpenting pada pemuliaan tanaman padi.  

Untuk mengatasi hal ini,  kultur antera merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan. 

Tanaman galur murni yang diperoleh dari  kultur anthera sering disebut tanaman dihaploid (DH) yang dihasilkan langsung pada generasi awal.

Penerapan teknik kultur anter untuk mendukung program pemuliaan konvensional dapat meningkatkan efisiensi proses seleksi.

Karena dapat mempercepat homozigositas populasi.

Pada kultur antera padi, antera yang ditanam secara in vitro pada media kultur dapat menghasilkan tanaman secara spontan dari butir sari muda (uninucleate pollen) yang terdapat di dalamnya. 

Oleh karena pollen bersifat haploid yang hanya mempunyai setengah jumlah kromosom somatiknya, maka penggandaan kromosom tersebut secara spontan dalam kultur in vitro secara teoritis akan menghasilkan tanaman doubled-haploid atau dihaploid (DH). 

Tanaman DH mempunyai dua set kromosom yang identik dengan bentuk haploidnya serta dapat membentuk sel kelamin jantan dan sel telur seperti tanaman diploid biasa yang bersifat fertil. 

Menurut peneliti dari BB Biogen, Iswari S. Dewi, tanaman DH terseleksi dapat digunakan sebagai galur murni dengan homozigositas tinggi. 

Dengan mengaplikasikan teknik kultur antera ini,  Balibangtan pada tahun 2013 telah melepas padi sawah Inpari HDB yang dirakit melalui teknik kultur antera. 
Varietas ini dalam perakitannya juga dibantu dengan  teknik marka molekuler. 

Varietas ini dapat secara spesifik digunakan di daerah endemik penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) yang merupakan salah satu penyakit utama padi. 

Selain tahan penyakit HDB, rataan produksi gabah kering giling (GKG) varietas ini 6,14 ton per hektare  dengan potensi hasil sebesar 9,3 ton per hektare GKG. 

Saat ini, melalui penerapan teknik ini, telah diperoleh galur-galur harapan padi sawah dan padi gogo dalam waktu lebih singkat 3 tahun dan siap untuk uji multilokasi. 

Begitu bermanfaatnya teknik ini,  saat ini teknik kultur antera padi telah diadopsi di institusi yang melakukan pemuliaan padi seperti di BB Padi dan IPB. 

Sumber: Iswari S,D/Mastur


500
komentar (0)