logo rilis

Malaysia Bersikeras Cari Keadilan Korban Pesawat MH17
Kontributor
Syahrain F.
25 Mei 2018, 17:15 WIB
Malaysia Bersikeras Cari Keadilan Korban Pesawat MH17
Kepala Tim Investigasi Gabungan MH17 Fred Westerbeke memberi pernyataan pers dengan menghadirkan bukti rudal BUK milik Rusia yang dinyatakan sebagai senjata yang menjatuhkan pesawat Malaysia Airlines MH17 di Belanda, Kamis (24/5/2018). Credit: Getty Images/Robin Van Lonkhuijsen

RILIS.ID, Jakarta— Pemerintah Malaysia menegaskan akan terus mencari keadilan bagi para korban pesawat Malaysia Airlines MH17 yang ditembak jatuh pada 17 Juli 2014.

"Kami akan tegas dalam pengejaran untuk mengadili mereka yang bertanggung jawab," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam rilis yang diterima di Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Malaysia mengapresiasi laporan terbaru yang dipresentasikan Tim Investigasi Gabungan (JIT) yang terdiri dari penyidik dari Belanda, Belgia, Ukraina, dan Malaysia, di Belanda pada Kamis (24/5).

Laporan itu dipandang sebagai langkah maju dalam investigasi kriminal atas peristiwa tragis tersebut.

Dalam laporan itu disebutkan, rudal Rusia digunakan untuk menembak jatuh pesawat Malaysia Airlines MH17 di bagian timur Ukraina, saat pesawat tersebut melakukan perjalanan dengan rute Amsterdam-Kuala Lumpur. Peristiwa nahas ini menewaskan 298 penumpang dan awak pesawat.

Sambil menunjukkan bukti foto dan video, penyidik mengatakan, mereka memiliki bukti sah dan meyakinkan yang akan dibawa dalam persidangan mengenai penggunaan Rudal BUK yang berasal dari brigade rudal antipesawat ke-53 yang bermarkas di Kursk, sebelah barat Rusia.

"Kami akan mempelajari temuan yang terkandung dalam laporan dengan hati-hati," tulis Kementerian Luar Negeri Malaysia.

Sebagai anggota JIT, Malaysia mengucapkan terima kasih atas kerja keras anggota JIT yang telah memungkinkan informasi penting mengenai insiden tragis itu dibuka ke publik.

Malaysia menegaskan kembali seruan JIT agar publik ikut membantu dalam proses penyelidikan dan memberikan bukti pendukung untuk menegakkan keadilan. Pemerintah secara konsisten juga menyerukan dan mendukung proses investigasi yang transparan, independen dan mendalam.

"Pikiran dan doa kami bersama dengan keluarga yang berduka dan orang-orang tercinta dari penumpang dan awak pesawat MH17. Kami berhutang kepada mereka untuk melakukan segala kemungkinan untuk mengungkap insiden tragis ini," demikian bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Malaysia.

Di sisi lain, Rusia terus membantah keterlibatannya atas jatuhnya Malaysia Airlines MH17. Rusia bahkan menggunakan hak vetonya di PBB untuk mencegah pengadilan internasional menentukan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)