logo rilis
Mako Brimob Ricuh, BIN: Tak Ganggu Stabilitas Keamanan Nasional
Kontributor
Fatah H Sidik
10 Mei 2018, 17:16 WIB
Mako Brimob Ricuh, BIN: Tak Ganggu Stabilitas Keamanan Nasional
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal (Purn) Budi Gunawan, saat memberikan kuliah umum pada "Munas IV BEM PTNU di Kampus III Universitas Wahid Hasyim, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (28/4/2018). FOTO: Dok. pribadi

RILIS.ID, Jakarta— Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal (Purn) Budi Gunawan, menyatakan, kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Brimob, Depok, Jawa Barat, merupakan kericuhan domestik dan bisa dikendalikan. Sehingga, tak mengganggu stabilitas keamanan nasional. 

"Namun demikian, tindakan perlawanan narapidana dan tahanan tersangka terorisme tersebut mengirimkan pesan nyata, bahwa terorisme adalah ancaman laten yang terus terjadi," ujarnya dalam siaran pers yang diterima rilis.id di Jakarta, Kamis (10/5/2018).

Narapidana dan/atau teroris yang meninggal dalam penyergapan, menurutnya, lahir dari cara berpikir dan pandang intoleran. Lalu, tumbuh tindakan-tindakan radikal dan berujung pada terorisme. "Karenanya, kita tidak boleh memberikan ruang sekecil apapun bagi menguatnya intoleransi," tegasnya.

Untuk menanganinya secara tegas dan tuntas, kata BG, sapaannya, perlu kerja sama sejumlah pihak. Seluruh elemen pun perlu meningkatkan kewaspadaan untuk memperkuat ketahanan nasional.

Mantan Wakil Kepala Polri ini turut mengimbau, semua pihak tak mudah mempercayai informasi hoaks terkait kejadian tersebut, kecuali bersumber dari otoritas yang bertanggung jawab. Jangan pula politisasi kerusuhan itu untuk tujuan-tujuan politik pragmatis.

"Mari, sama-sama kita lawan segala bentuk tindakan terorisme untuk Indonesia yang damai, aman, dan sejahtera," serunya.

Di sisi lain, BG menghaturkan belasungkawa atas gugurnya lima syuhada Polri akibat insiden tersebut. Sedangkan apresiasi diberikan kepada personel Korps Bhayangkara yang sukses menanggulanginya, sehingga situasi terkendali.

Dan baginya, para narapidana melakukan tindakan pembunuhan keji dan sadis terhadap lima anggota Polri dan penganiayaan empat orang lainnya. "Mereka harus dituntut dan diadili berdasarkan hukum yang berlaku," pungkas Wakil Ketua Majelis Pakar Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)