logo rilis

Makna Kuda dalam Kain Tenun Ikat Sumba Timur
Kontributor
Ning Triasih
16 April 2018, 17:59 WIB
Makna Kuda dalam Kain Tenun Ikat Sumba Timur
Kain tenun ikat Sumba Timur. FOTO: RILIS.ID/Ning Triasih

RILIS.ID, Jakarta— Jika mengamati kain tradisional Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) corak kuda begitu melekat. Ya, itulah yang terlihat ketika rilis.id mengunjungi salah satu gerai kain tenun ikat khas daerah tersebut dalam pameran Adiwastra Nusantara 2018 di JCC, Minggu (15/4) kemarin.

Rambu Chico, pemilik gerai kain tenun ikat Sumba Timur dalam pameran Adiwastra Nusantara di Jakarta mengatakan, kuda memang menjadi salah satu ikon yang begitu identik dengan adat dan budaya kabupaten di NTT tersebut.

"Kuda sangat favorit. Betul-betul sangat favorit karena itu selalu dipakai pada saat upacara-upacara adat," kata Rambu Chico.

Rambu Chico kemudian menceritakan, bagi kebudayaan Sumba Timur, kuda digunakan sebagai tunggangan raja, untuk mengambil seorang perempuan, untuk mengambil istri, ada pula kuda yang disandarkan di samping rumah adat saat seseorang meninggal dunia.

Kuda, menurut Rambu Chico juga berhubungan dengan adat Sumba Timur, yakni kawin lari.

"Kawin larinya itu dulunya pakai kuda. Sekarang pun kawin lari itu masih berlangsung tapi sudah modern, sudah pakai motor, pakai mobil, seperti itu," jelasnya.

Kawin lari, dijelaskan Rambu Chico biasanya terjadi jika kedua pasangan tak direstui orang tuanya.

"Biasanya di sana kawin lari itu kalau kedua pasangan saling mencintai tapi tidak direstui oleh orang tuanya, nanti itu mereka ada kawin lari," ujarnya.

Nah, cerita dan adat budaya itulah yang kemudian dituangkan melalui selembar kain tenun ikat khas Sumba Timur.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)