logo rilis

Maju, Mandiri, Modern: Tiga Kunci Keberhasilan dan Kesuksesan Pembangunan Pertanian
Kontributor
Elvi R
20 November 2019, 12:43 WIB
Maju, Mandiri, Modern: Tiga Kunci Keberhasilan dan Kesuksesan Pembangunan Pertanian
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Kepala Balitbangtan Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— "Maju, Mandiri dan Modern. Tiga kata kunci yang harus dijadikan pedoman seluruh jajaran Kementerian Pertanian dalam bekerja untuk menggapai kesuksesan", dengan penuh semangat Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo menyampaikannya di depan seluruh staf dan karyawan saat kunker di UPBS Ayam KUB Balitbangtan BPTP Jateng tepatnya di IP2TP Ungaran. Didampingi Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Ir. Fadjry Djufry, MS;  Kepala Badan Karantina Pertanian, Ir. Ali Jamil, MP, Ph.D;  dan Direktur Jenderal Perkebunan, Dr. Ir. Kasdi Subagyono, M.Sc, Mentan Syahrul melakukan kungker pada Selasa (19/11/2019).

Maju bermakna dalam melaksanakan pekerjaan, semua jajaran Kementerian Pertanian harus berupaya keras untuk meningkatkan kinerja sektor pertanian. Semua harus berpikir dan berupaya keras untuk maju. Maju dalam segala aspek. Secara tersamar, bahkan dalam urusan karir baik sebagai pejabat struktural mupun fungsional, semua staf harus berusaha untuk maju.

"Tidak boleh stop atau malah mundur. Peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama pertanian tidak hanya mengikuti deret ukur tetapi harus ada lompatan dengan mengikuti deret hitung," ungkapnya.

Syahrul juga berpesan untuk itu semua staf harus bekerja bahu membahu dan menjalin hubungan yang harmonis dan sinergis dengan seluruh pemangku kepentingan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, mandiri diartikan sebagai upaya dan tekad yang kuat untuk memaksimalkan potensi sumberdaya pertanian. Sehingga ketergantungan kepada pihak luar secara bertahap dapat dikurangi bahkan dihilangkan.

"Dalam konteks penyediaan pangan, mandiri dimaknai sebagai tercapainya kondisi swasembada. Impor bahan pangan, hanya boleh dilakukan dalam keadaan terpaksa setelah semua upaya dilaksanakan," ujar Syahrul.

Oleh karena itu, kata dia, semua komponen bangsa harus berpartisipasi secara penuh dalam membangun sektor pertanian. Secara konkret, perlu dirubah paradigma pembangunan sektor pertanian yang lebih banyak mengandalkan sumberdana dari pemerintah (APBN dan APBD), daripada perbankan dan swasta.

"Pada masa mendatang peran swasta dan perbankan harus lebih dominan, sedangkan sumberdana pemerintah diharapkan untuk peran fasilitasi, insentif, dan advokasi," jelasnya.

Dari sisi modern, lanjut Syahrul, harus menjadi pendorong loncatan pertumbuhan sektor pertanian. Tanpa penerapan teknologi modern, sektor pertanian tidak akan maju dan tumbuh. Perkembangan teknologi harus didorong dan dipacu. Karena pertumbuhan populasi penduduk Indonesia per tahun hampir mencapai 2 persen, maka harus diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi agar kesejahteraan masyarakat meningkat.

"Pertumbuhan hanya dapat dicapai melalui pengembangan dan penerapan teknologi," kata Syahrul.

Disampaikan pula oleh Mentan, bahwa rumus kehidupan agar tetap tumbuh, artinya kondisi hari ini harus lebih baik dibandingkan hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini. Untuk itu, teknologi modern harus dikembangkan dan diterapkan. Konsep efek pengganda (multiplier effect) harus selalu menjadi pedoman dalam bekerja. 

Dia juga mengapresiasi upaya Balitbangtan dalam pengembangan ayam KUB, dan berharap agar tidak berhenti pada penyediaan DOC dan telur tetas. Pengembangan teknologi sampai di tingkat petani harus dilakukan secara tuntas. Jejaring dan penumbuhan usaha ayam KUB harus dapat dikembangkan di setiap kecamatan.

"Petani juga harus dibekali dengan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah, misalnya dari kulit telur diolah menjadi tepung untuk bahan pakan, daging indukan dan pejantan afkir diolah menjadi nugget, dan industri pakan berbahan baku lokal. Semua teknologi diharapkan dikembangkan dan berasal dari BPTP khususnya dan Balitbangtan pada umumnya," ungkapnya.

Di akhir arahannya, Mentan mengulang pesan agar semua staf Kementerian Pertanian dapat saling bahu-membahu dan saling bantu dalam bekerja. Ditekankan bahwa kesuksesan Kementerian Pertanian sangat bergantung pada kinerja seluruh staf, karena kinerja Kementan merupakan akumulasi dari performa seluruh staf.

Sumber: JP/Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID