logo rilis
Maju di Pileg 2019, Taufan Rahmadi Mundur dari Tim Percepatan Pariwisata Nasional
Kontributor

11 Mei 2018, 11:52 WIB
Maju di Pileg 2019, Taufan Rahmadi Mundur dari Tim Percepatan Pariwisata Nasional

RILIS.ID, Mataram - Anggota Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Wisata Prioritas Kementerian RI, sekaligus PIC KEK Mandalika, Taufan Rahmadi, resmi mengundurkan diri dari Tim Percepatan sekaligus menanggalkan posisinya sebagai PIC KEK Mandalika dalam Tim tersebut. 

"Saya baru saja mengambil keputusan yang sangat berat. Keputusan yang saya tahu dapat mempengaruhi banyak orang. Ya, saya telah memutuskan untuk mundur dari posisi saya di Tim Percepatan Pembangunan Destinasi Wisata Prioritas Kementerian RI. Itu artinya, saya menanggalkan peran saya sebagai PIC Mandalika," kata Taufan Rahmadi, Kamis (10/5) dalam jumpa pers di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Taufan Rahmadi merupakan putra asli NTB yang menjabat sebagai PIC KEK Mandalika sekaligus merupakan satu dari 10 anggota Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Wisata Prioritas Kementerian RI, sejak 2016 hingga kini. Taufan juga merupakan mantan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB pada 2014 hingga 2016.

Taufan menjelaskan, alasannya mundur dari keanggotaan Tim Percepatan adalah untuk melanjutkan bisnis keluarga, serta rencana dirinya meniti karir politik.

"Dua alasan yang melatarbelakangi saya untuk mundur dari posisi saya di Tim 10, dan sudah saya sampaikan ke Ketua Tim. Saya resmi mundur per tanggal 1 Mei ini," katanya.

Menurut Taufan, dua alasan itu sebenarnya bukan alasan terkuat bagi dirinya untuk mengambil keputusan. Sebab, ia bisa saja tetap di Tim 10 sambil mengurusi bisnis keluarga, atau di Tim 10 sambil meniti karir di jalur politik. 

Apalagi, sejauh ini Taufan juga bukan bukan aparatur sipil negara (ASN), sehingga tidak terikat aturan tentang politik praktis.

Namun, papar dia, pilihan mmengundurkan diri dari Tim 10 lebih dikarenakan dirinya ingin menghindari anggapan publik bahwa ia akan memanfaatkan posisinya untuk memuluskan rencana politik.

"Saya benar-benar tidak ingin anggapan tersebut muncul, sehingga sejak bulan April saya sudah mengirimkan secara informal pemberitahuan kepada Ketua Tim 10 bapak Hiramsyah S. Thaib, tentang rencana saya mundur dari Tim," katanya.

Niat Maju Dalam Kontestasi Pileg 2019

Taufan Rahmadi menyatakan sudah bulat tekad untuk maju di kancah politik. Melalui Partai Gerindra, Taufan memantapkan diri menjadi Calon Legislatif (Caleg) DPR RI dengan daerah pemilihan NTB II di pulau Lombok, NTB, dan bertarung merebut suara rakyat pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2019 nanti.

Menurut Taufan, majunya ia dalam kontestasi Pileg 2019 bukan sebuah ambisi politik tetapi lebih kepada niat tulusnya untuk melakukan ikhtiar dan dedikasi lebih luas demi memajukan sektor Pariwisata di NTB ini.

"Sebagai anggota Tim 10 dan PIC KEK Mandalika, saya memang bisa berkontribusi untuk pembangunan pariwisata NTB, tapi tentu semua itu ada batasan-batasan kebijakan, dan tidak bisa melingkupi kepentingan seluruh stakeholders dan masyarakat pariwisata di NTB yang terdiri dari Lombok dan Sumbawa. Sehingga ikhtiar saya, melalui jalur politik dan insya Allah mewakili masyarakat NTB di DPR RI, saya ingin mendedikasikan diri saya untuk pembangunan pariwisata NTB yang lebih baik lagi," katanya.

Ia mengungkapkan, mengambil jalur politik pun sebenarnya tidak ada dalam rencananya. Apalagi selama ini, Taufan sendiri belum pernah memiliki pengalaman di politik praktis, menjadi kader partai, atau mencalonkan diri di dunia politik. 

Namun, dorongan teman-teman di industri pariwisata, teman-teman pegiat desa wisata, tidak pernah berhenti untuk mencoba meyakinkan Taufan untuk ikut dalam Pemilihan Umum Legislatif 2019. 

"Teman-teman pariwisata yang selama ini mengenal saya dan mengetahui kinerja saya, semata-mata menginginkan saya untuk suarakan aspirasi mereka tentang pariwisata di tingkat yang lebih tinggi. Faktanya, NTB yang merupakan daerah yang hidup dari sektor pariwisata, tidak memiliki wakil di DPR RI yang secara khusus menyuarakan pariwisata," tukasnya.

Untuk membulatkan tekad maju di Pileg 2019 ini pun, Taufan mengaku bukan perkara yang mudah dan singkat bagi dirinya. Dorongan dari teman-teman pariwisata tidak serta merta membuat Taufan bulatkan tekad untuk maju. 

"Beberapa bulan terakhir, saya banyak mengunjungi pelosok-pelosok di NTB, bertemu dan berdiskusi tentang pariwisata dengan pemuda-pemuda desa, mengajak para pemuda tersebut untuk proaktif membangun pariwisata desanya. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, mereka banyak bercerita kepada saya tentang bagaimana mereka menghadapi 'tembok' yang menghalangi mereka memaksimalkan potensi pariwisata di daerahnya," kata Taufan.

Dari banyak berdiskusi dengan pemuda-pemuda desa ini dan mendengarkan aspirasi mereka, papar Taufan, membuat dirinya tersentuh dan sadar, bahwa apa yang ia lakukan selama ini di sektor pariwisata belum seberapa jika dibandingkan kebutuhan dan harapan masyarakat akan majunya pariwisata di desa-desa mereka. 

"Mendengarkan suara harapan mereka agar pariwisata bisa berdampak lebih besar pada kesejahteraan masyarakat di desanya, benar-benar menyentuh saya, sehingga membuat saya bulatkan tekad bahwa saya harus melakukan jauh lebih besar dari ini. Aspirasi pariwisata mereka harus disuarakan di tingkat yang lebih tinggi. Salah satunya lewat jalur DPR RI," tegasnya.

Alasan-alasan ini, menurut Taufan, yang membuat dirinya pada akhirnya memutuskan untuk maju di dunia politik, melalui jalur pencalonan Bakal Calon Anggota Legislatif DPR RI 2019. 

"Hal ini saya ambil semata-mata karena saya ingin suarakan aspirasi pariwisata NTB, dan memberikan dedikasi yang lebih besar untuk pariwisata Indonesia," katanya.

Taufan Rahmadi juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pariwisata RI, Dr. Arief Yahya, serta Ketua Tim Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas, Hiramsyah S. Thaib, yang selama ini telah baik bekerja sama, memberikan wejangan, arahan, kesempatan, dan kepercayaan yang selama ia menjadi PIC Mandalika. 

"Tentunya itu akan menjadi pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga bagi saya di dunia pariwisata. Mohon maaf apabila ada kesalahan saya selama bertugas. Kepada kawan-kawan anggota Tim 10, saya ucapkan selamat melanjutkan tugas mulia membangun dunia pariwisata Indonesia," kata Taufan. 


#NTB
#Politik
#Daerah
#Pileg 2019
#Pariwisata
#Mataram
#Lombok
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID