logo rilis
Mahyudin Apresiasi Kaum Disabilitas yang Hadiri Sosialisasi Empat Pilar
Kontributor
Nailin In Saroh
17 Maret 2019, 16:23 WIB
Mahyudin Apresiasi Kaum Disabilitas yang Hadiri Sosialisasi Empat Pilar
Wakil Ketua MPR Mahyudin. FOTO: Humas MPR

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua MPR Mahyudin, mengapresiasi kehadiran kaum disabilitas yang hadir dalam Sosialisasi Empat Pilar kepada anggota Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia, generasi muda, dan 30 orang kaum disabilitas, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (17/3/2019). Menurutnya, semua yang hadir dalam acara tersebut dalh orang yang cinta kepada NKRI.

"Kita hadir di tempat ini karena disamakan persepsi agar Indonesia lebih baik", ujar Wakil Ketua MPR Mahyudin. 

Mahyudin mengatakan sosialisasi sudah menjadi kebutuhan rakyat. Tidak terkecuali kaum disabilitas.

Hadirnya kaum disabilitas dalam acara itu diakui sangat menarik sehingga sasaran Empat Pilar menyentuh pada semua kalangan. 

"Antusias sekali kaum disabilitas dalam acara ini", ungkap Mahyudin. 

Dirinya mengapresiasi kehadiran mereka dalam acara yang digelar mulai pukul 10.00 WITA itu.

Dia melanjutkan, acara Sosialisasi Empat Pilar bukan sekadar memberi ilmu namun juga membangun kesadaran. Membangun kesadaran berbangsa dan bernegara menurut pria asal Kalimantan itu penting, sebab tak ada jaminan satu negara utuh selama-lamanya. Dicontohkan dulu ada negara kuat, Uni Soviet, bubar. 

"Bahkan bubarnya dengan menyisakan derita dan air mata", tuturnya.

Mahyudin menjelaskan kepada peserta bahwa Indonesia memiliki ribuan suku. Dirinya membayangkan kalau di Indonesia tak ada alat pemersatu. 

"Pancasila-lah yang mempersatukan kita", ucapnya. 

Agar Indonesia maju, kata dia, maka persatuan harus diperkuat. Dalam persatuan ada stabilitas. Kondisi demikianlah yang perlu dipertahankan.

Dalam menjaga persatuan, diakui bangsa ini mendapat ancaman. Salah satu ancaman, disebut globalisasi. "Globalisasi mengikis jiwa gotong royong yang selama ini dianut masyarakat menjadi jiwa individualis", ungkapnya. 

Sementara individualis membuat orang jadi ingin menang sendiri. "Silaturahmi kita rusak gara-gara beda pilihan politik", kata alumni Universitas Lambung Mangkurat itu.

Selain itu, Mahyudin mengatakan, menjelang pemilu banyak berita hoax. Akibatnya banyak orang termakan fitnah. Untuk mencegah Pemilu tidak menjadi hal yang mengancam keutuhan bangsa, Mahyudin mengajak pada semua untuk menjadikan Pancasila sebagai perilaku dalam keseharian. 

"Sepulang dari acara ini kita harap semua mempunyai persepsi yang sama, Indonesia yang maju dan disegani", tegasnya.

Editor: Elvi R




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID