logo rilis
Mahfud MD: Demokrasi Tanpa Nomokrasi Buyar Sudah
Kontributor

28 Februari 2018, 07:27 WIB
Mahfud MD: Demokrasi Tanpa Nomokrasi Buyar Sudah
FOTO: RILIS.ID/Afid Baroroh

RILIS.ID, Bogor— Mantan Ketua Mahakamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menegaskan, substansi konstitusi itu terbagi menjadi dua. Hal tersebut berkaitan dengan demokrasi konstitusional. 

“Substansi konstitusi di mana pun di dunia ini, hanya ada dua yakni perlindungan HAM dan pembatasan kekuasaan,” katanya di sela Sosialisasi Peningkatan Pemahaman Hak Konstitusional Warga Negara bagi Wartawan se-Indonesia di Gedung III Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi, Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/2/2018).

Menurutnya, setiap isi konstitusi sudah pasti melindungi hak asasi manusia (HAM). Karenanya, dibutuhkan isi kedua, yakni sistem pemerintah negara yang membatasi kekuasaan agar tidak melanggar konsisitusi dan melindungi HAM. 

Dalam pembatasan kekuasan, menurut dia, perlu ada sebuah sistem yang membatasi lingkupnya. Misalnya, pembagian kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Selain itu, ada batasan dari waktu secara historik yang dijelaskan, sampai kapan kekuasaan tersebut berlaku untuk seseorang.   

"Itu semua berkaitan dengan demokrasi konsitusional sebagai penyeimbang antara demokrasi dan nomokrasi. Negara harus melindungi HAM yang dipimpin secara demokrasi oleh rakyat, agar tidak menjadi liar," tegasnya.

Jadi, konstitusi itu adalah simbol atau perlambang jangkar dari apa yang disebut nomokrasi. 

Mantan Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ini menjelaskan, nomokrasi adalah kedaulatan hukum, sedangkan demokrasi itu kedaulatan rakyat. Keduanya harus seimbang. 

“Demokrasi tanpa nomokrasi buyar sudah. Begitu pun sebaliknya, demokrasi tanpa nomokrasi itu semena-mena, otoriter bisa jadi totaliter, artinya, membuat hukum sendiri diberlakukan sendiri. Karenanya dalam konsep konstitusionalisme, demokrasi dan nomokrasi diberlakukan seimbang,” pungkasnya. 

Editor:




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID