logo rilis
Mahathir Menang, PDIP Sebut Isu SARA Tak Laku di Malaysia
Kontributor
Sukma Alam
11 Mei 2018, 23:27 WIB
Mahathir Menang, PDIP Sebut Isu SARA Tak Laku di Malaysia
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— PDI Perjuangan (PDIP) mengucapkan selamat kepada Mahathir Mohammad atas kemenangannya pada pemilu di Malaysia. Menurutnya, kemenangan tersebut merupakan narasi politik yang membangun peradaban.

"Ada beberapa komponen dari pihak yang diduga kuat terkait dengan calon petahana mencoba memainkan politik SARA di Malaysia," kata Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto melalui pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (11/4/2018).

Menurut Hasto, dengan kedewasaan pemilih di Malaysia isu politik SARA itu dapat diredam. Ini membuktikan bahwa narasi politik pemecahbelah atas dasar suku, agama, dan antar golongan (SARA), tidak laku di Malaysia.

Hal ini, kata dia, dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat Indonesia yang sedang menghdapi pilkada serentak 2018 serta Pemilu 2019, bahwa mereka yang menggunakan politik adu domba dan mengampanyekan ujaran kebencian, serta sering mengarah pada radikalisme, tidak mendapat tempat di bumi Pancasila ini.

Hasto menegaskan, Indonesia sebagai bangsa yang berkeadaban dengan tingkat kebudayaan yang tinggi dan beranekaragam, tidak boleh ketinggalan dengan capaian di Malaysia.

"Indonesia adalah bangsa besar. Persatuan dan kesatuan bangsa adalah keajaiban bagi bangsa yang begitu majemuk ini. Karena itu, Pancasila harus dirawat dan dibumikan," katanya.

Menurut Hasto, kejadian pada Pemilu di Malaysia seharusnya mendorong bangsa Indonesia untuk selalu setia pada karakter politik yang mencerdaskan kehidupan bangsa, dan bukan sebaliknya.

PDI Perjuangan, kata dia, juga percaya terhadap kesejatian watak bangsa Indonesia yang toleran, berkeadaban, serta begitu banyak nilai-nilai kearifan lokal yang mencerminkan tingginya peradaban bangsa seperti mewayu hayuning bawono dan sebagainya.

PDIP, kata Hasto, juga mengimbau pada kelompok-kelompok tertentu yang masih menggunakan berita palsu, ujaran kebencian, fitnah, dan politik menghalalkan segala cara demi kekuasaan, semoga tersadarkan, bahwa politik kotor tidak pernah mendapat tempat di hati rakyat.

"Selamat kepada Yang Mulia Mahathir Mohamad, kita perkuat persahabatan kedua bangsa serumpun, Indonesia dan Malaysia, untuk cita-cita kemanusiaan bersama," katanya.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)