logo rilis
Made Oka-Setya Novanto Akan Segera Dikonfrontir
Kontributor
Taufiqurrohman
26 Maret 2018, 16:41 WIB
Made Oka-Setya Novanto Akan Segera Dikonfrontir
Setya Novanto diperiksa KPK. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Pengacara Made Oka Masagung, Bambang Hartono, menyatakan kliennya itu akan dikonfrontir dengan Setya Novanto dalam kasus tindak pidana korupsi pengadaan e-KTP.

"Mungkin minggu depan dikonfrontir," kata Bambang di Gedung KPK, Jakarta, Senin (26/3/2018).

Bambang juga didampingi Made Oka yang baru selesai diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Irvanto Hendra Pambudi, yang merupakan keponakan Novanto dalam kasus korupsi e-KTP.

Menurut Bambang, rencana konfrontir antara Made Oka dengan Novanto akan dilakukan di Gedung KPK.

"Di sini rencananya," ungkap Bambang.

Dalam kesempatan itu, Bambang juga menyatakan bahwa kliennya membantah pernyataan Novanto dalam persidangan yang menyebutkan bahwa terdapat dana KTP-e mengalir untuk Puan Maharani dan Pramono Anung masing-masing US$500 ribu.

"Kalau menurut klien saya yang pernyataan Setnov di muka pengadilan minggu yang lalu itu tidak benar dan itu juga sudah dibantah oleh yang bersangkutan," ujar Bambang.

Made Oka Masagung rekan Novanto sekaligus pengusaha dan Irvanto Hendra Pambudi, keponakan Novanto, merupakan dua tersangka baru kasus korupsi e-KTP.

Irvanto Hendra Pambudi diduga sejak awal mengikuti proses pengadaan e-KTP dengan perusahaannya yaitu PT Murakabi Sejahtera dan ikut beberapa kali pertemuan di ruko Fatmawati bersama tim penyedia barang proyek e-KTP. Ia juga diduga telah mengetahui ada permintaan fee sebesar lima persen untuk mempermudah proses pengurusan anggaran e-KTP.

Irvanto diduga menerima total US$3,4 juta pada periode 19 Januari-19 Februari 2012 yang diperuntukkan kepada Novanto secara berlapis dan melewati sejumlah negara.

Sedangkan Made Oka Masagung adalah pemilik PT Delta Energy, perusahaan SVP dalam bidang investment company di Singapura yang diduga menjadi perusahaan penampung dana.

Made Oka Masagung melalui kedua perusahaannya diduga menerima total US$3,8 juta AS sebagai peruntukan kepada Novanto yang terdiri atas US$1,8 juta melalui perusahaan OEM Investment Pte.Ltd dari Biomorf Mauritius dan melalui rekening PT Delta Energy sebesar US$2 juta.

Made Oka diduga menjadi perantara uang suap untuk anggota DPR sebesar lima persen dari proyek e-KTP.

Keduanya disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)