logo rilis
Made Oka Bantah Pernyataan Novanto soal Puan-Pramono Anung
Kontributor
Taufiqurrohman
26 Maret 2018, 16:26 WIB
Made Oka Bantah Pernyataan Novanto soal Puan-Pramono Anung
Setya Novanto diperiksa KPK. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Made Oka Masagung membantah pernyataan Setya Novanto dalam persidangan, yang menyebutkan bahwa terdapat dana e-KTP mengalir untuk politisi PDIP Puan Maharani dan Pramono Anung, masing-masing US$500 ribu.

Made Oka Masagung yang merupakan pengusaha dan rekan Novanto, telah ditetapkan sebagai tersangka baru kasus korupsi e-KTP pada 28 Februari 2018.

"Kalau menurut klien saya yang pernyataan Setnov di muka pengadilan minggu yang lalu itu tidak benar dan itu juga sudah dibantah oleh yang bersangkutan," kata Bambang Hartono, kuasa hukum Made Oka di Gedung KPK, Jakarta, Senin (26/3/2018).

Bambang juga didampingi Made Oka yang baru selesai diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Irvanto Hendra Pambudi, yang merupakan keponakan Novanto dalam kasus korupsi e-KTP.

Ia juga menyatakan, kliennya itu tidak pernah mendatangi rumah Novanto untuk menyampaikan bahwa terdapat dua anggota dewan yang menerima dana e-KTP.

"Tidak ada, Pak Made tidak ada karena itu bulan Oktober 2012 tidak pernah ke rumah Pak Novanto," kata dia.

Bambang pun tidak mengetahui apakah pernyataan Novanto tersebut untuk menggiring sesuatu.

"Saya tidak tahu, itu kan haknya beliau. Apakah itu benar atau tidak yang penting kita sesuai dengan hukum yang berlaku," ucap Bambang.

Lebih lanjut, ia pun membenarkan bahwa keluarga kliennya itu memang dekat dengan keluarga dari Presiden pertama Republik Indonesia Sukarno.

"Dari dulu keluarganya Pak Karno dan Pak Oka dekat. Sejak Beliau jadi Presiden," katanya.

Sebelumnya, mantan Ketua DPR Setya Novanto mengaku ada dana e-KTP yang mengalir untuk Puan Maharani dan Pramono Anung masing-masing US$500 ribu.

"Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya, saya minta maaf ada disampaikan oleh Andi (Narogong) untuk Puan Maharani 500 ribu dolar AS dan Pramono 500 ribu dolar AS. Bu Puan Maharani Ketua Fraksi PDI-P dan Pramono ada US$500 ribu," kata Setya Novanto (Setnov) sambil terbata dalam sidang pemeriksaan terdakwa di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (22/3).

Pemberian itu diceritakan oleh pengusaha Andi Narogong dan rekan Setya Novanto, yang juga pengusaha Made Oka Masagung.

"Andi Narogong bersama Made Oka itu datang ke rumah. Datang ke rumah menyampaikan ngobrol-ngobrol biasa, Oka menyampaikan dia menyerahkan uang ke dewan, saya tanya wah untuk siapa?" ungkap Novanto.

Selain untuk Puan Maharani yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dana juga mengalir ke Pramono Anung yang sekarang menjabat sebagai Sekretaris Kabinet. Pada 2011, Pramono masih menjadi Wakil Ketua DPR.

Dalam perkara KTP-e, Novanto diduga menerima US$7,3 juta dan jam tangan Richard Mille senilai US$135 ribu dari proyek e-KTP. Setya Novanto menerima uang tersebut melalui mantan Direktur PT Murakabi sekaligus keponakannya Irvanto Hendra Pambudi Cahyo maupun rekan Setnov dan juga pemilik OEM Investmen Pte.LTd dan Delta Energy Pte.Lte yang berada di Singapura Made Oka Masagung.

Jam tangan diterima Setnov dari pengusaha Andi Agustinus dan Direktur PT Biomorf Lone Indonesia Johannes Marliem sebagai bagian dari kompensasi karena Setnov telah membantu memperlancar proses penganggaran. Total kerugian negara akibat proyek tersebut mencapai Rp2,3 triliun.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)