logo rilis
Macron Klarifikasi soal Pengerahan Pasukan Prancis di Suriah
Kontributor
Syahrain F.
17 April 2018, 22:59 WIB
Macron Klarifikasi soal Pengerahan Pasukan Prancis di Suriah
Presiden Prancis Emmanuel Macron. FOTO: Reuters

RILIS.ID, Paris— Presiden Emmanuel Macron mengklarifikasi bahwa dia tidak pernah menyatakan Amerika Serikat (AS) atau Prancis akan tetap terlibat secara militer di Suriah dalam jangka panjang.

Pernyataan itu muncul setelah dia diberitakan telah meyakinkan Presiden AS Donald Trump untuk membiarkan pasukan militernya untuk tetap berada di Suriah.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan, "Misi AS tidak berubah. Presiden dengan jelas menyatakan bahwa dia ingin pasukan AS pulang sesegera mungkin," ucap Sanders.

Mengutip kantor berita Anadolu Agency, dalam konferensi pers gabungan dengan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern pada Senin (16/4/2018), Macron mengatakan kehadiran militer Paris dan Washington di Suriah akan berakhir saat perang melawan Daesh selesai.

Dia menambahkan bahwa sikap Prancis dan AS sejalan, dan tujuan utama dan satu-satunya di Suriah adalah perang melawan Daesh.

Menurut Macron, setelah bergabung dengan Prancis dan Inggris dalam serangan udara pada Sabtu (14/4) lalu, AS sepenuhnya menyadari bahwa tanggung jawab negaranya ternyata melampaui perang melawan Daesh, yakni tanggung jawab kemanusiaan".

Sabtu lalu, Prancis, AS, dan Inggris secara bersamaan melancarkan serangkaian serangan militer wilayah Damaskus yang dikuasai rezim Bashar al-Assad.


500
komentar (0)