logo rilis
Luhut Tetap Percaya Diri Meski Ada Kemungkinan Resesi
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
14 Agustus 2020, 13:30 WIB
Luhut Tetap Percaya Diri Meski Ada Kemungkinan Resesi
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, tetap merasa optimis pemerintah bisa melewati tantangan ekonomi ke depan yang terimbas pandemi COVID-19, termasuk kemungkinan resesi. 

Dia menegaskan, pemerintah siap menghadapi resesi karena memiliki persiapan infrastruktur dan program yang kuat. Namun dirinya berharap, pertumbuhan ekonomi nol persen atau positif 0,5 persen dan kemungkinan terburuk mencapai negatif 0,5 persen.

"Ya kalau resesi terjadi, ya bisa saja terjadi. Tapi kita siap hadapi itu semua karena infrastruktur yang kita buat, program yang kita buat, eksekusi yang kita buat, kita feel comfortable," kata Luhut dalam pidato ilmiah memperingati Dies Natalies Sekolah Kajian Stratejik dan Global di Jakarta, Jumat (14/8/2020). 

Luhut menjelaskan, istilah comfortable adalah muncul lantaran banyak institusi internasional, mulai dari IMF, Bank Dunia hingga berbagai lembaga pemeringkat kredit internasional.

Luhut mengaku, secara rutin memberikan paparan mengenai kondisi ekonomi dan penanganan COVID-19 ke lembaga-lembaga tersebut. Hal itu dilakukan juga sebagai upaya mendapatkan masukan atas kebijakan-kebijakan yang dilakukan Indonesia dalam upaya memulihkan ekonomi di tengah pandemi.

"Mereka selalu katakan program kita itu program yang sangat komprehensif, maybe some extend the best among emerging market (di beberapa bagian yang terbaik di antara negara berkembang lainnya). Jadi, sebenarnya eksekusi kita ini yang paling penting. Program sudah begitu bagus disusun," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memprediksi perekonomian Indonesia selama tahun 2020 tumbuh minus 0,49 persen sebagai dampak pandemi COVID-19.

"Diharapkan di kuartal ketiga bisa membaik dengan prediksi minus dua, minus satu atau bahkan kita berharap bisa masuk positif," katanya dalam peluncuran Koalisi Aksi Bersama Melawan Korupsi (CAC) Indonesia.

Dalam pemaparan terkait pertumbuhan ekonomi sejumlah negara termasuk Indonesia, Menko Airlangga memperkirakan perekonomian Indonesia pada kuartal III-2020 mencapai minus 1 persen.

Kemudian, kuartal IV-2020 diperkirakan membaik menjadi positif 1,38 persen sehingga pertumbuhan ekonomi selama 2020 diperkirakan negatif 0,49 persen.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID