logo rilis
​Luas Panen di Kediri 3.050 Hektare, Stok Cabai Jatim Aman
Kontributor
Fatah H Sidik
21 April 2018, 17:51 WIB
​Luas Panen di Kediri 3.050 Hektare, Stok Cabai Jatim Aman
Tim Upsus Cabai Ditjen Hortikultura Kementan saat meninjau lokasi pertanaman cabai di Desa Santai, Kecamatan Puncu, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (21/4/2018). FOTO: Ditjen Hortikultura

RILIS.ID, Kediri— Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian memastikan stok dan harga cabai pada Ramadan hingga Lebaran 2018 aman. Sebab, Jawa Timur sebagai salah satu sentra utama aneka cabai terus berproduksi.

Berdasarkan hasil tinjauan Tim Upaya Khusus (Upsus) Cabai Ditjen Hortikultura di Kediri dan Blitar, Sabtu (21/4/2018), prognosis ketersediaan cabai rawit pada Mei masih di jalur hijau, seperti Maret-April. Soalnya, produksi diyakini di atas kebutuhan nasional.

"Prognosis dan pantauan lapangan menunjukkan, ketersediaan cabai rawit bulan Maret, April, dan Mei masing-masing 78.564 ton, 78.955 ton, dan 83.315 ton," ujar Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura, Prihasto Setyanto, di Kediri, beberapa saat lalu.

"Sedangkan ketersediaan cabai besar bulan Maret, April, dan Mei masing-masing 101.855 ton, 101.971 ton, dan 106.242 ton. Kebutuhannya sendiri pada Maret 93.645 ton, April 93.743 ton, dan Mei 97.741 ton," imbuhnya.

Adapun luas panen cabai rawit di Jatim pada Maret lalu, mencapai 23.271 hektare dan April 19.144 hektare. Panen tersebut dilakukan di Kediri, Blitar, Banyuwangi, dan Tuban.

Sementara itu, luas panen cabai besar di Jatim, mencapai 3.596 hektare pada Maret dan April 3.661 hektare yang tersebar di Kediri, Banyuwangi, Malang, Blitar, dan Magetan.

Optimisme juga disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kediri, Widodo. "Ketersediaan cabai Rawit di Kediri pada bulan Maret-April aman terkendali," jelasnya.

Alasannya, sejumlah sentra utama seperti Kecamatan Puncu, Kepung, dan Ngancar, terus berproduksi dengan luas panen 3.050 hektare. Perinciannya, Kecamatan Puncu 1.650 hektare, Kepung 1.000 hektare, dan Ngancar 400 hektare.

"Saat ini, panen di dominasi pada daerah dataran tinggi dan sebagian dataran rendah dengan varietas lokal yang dominan. Yaitu, Brenggolo, Prentul, Mhanu, dan beberapa varietas lainnya," beber Widodo.

Dia mengakui, produksi terganggu serangan virus kuning. Namun, memastikan takkan menganggu stok karena telah dilakukan pengendalian secara intensif menggunakan pestisida nabati eugenol dari minyak cengkeh. 

Hal tersebut tecermin dengan stabilnya harga aneka cabai. Misalnya, cabai besar Rp24 ribu per kilogram, cabai merah keriting Rp29 ribu, dan cabai rawit merah Rp44 ribu.

Widodo menambahkan, aneka cabai dari Kediri didistribusikan ke Pasar Pare. Ada juga dari Malang, Blitar, dan Mojokerto.


500
komentar (0)