logo rilis
Luas Lahan Bunga Krisan di Kulon Progo Ditambah
Kontributor
Kurniati
11 April 2018, 07:29 WIB
Luas Lahan Bunga Krisan di Kulon Progo Ditambah
Ilustrasi bunga krisan. FOTO: Instagram/@puput_dny

RILIS.ID, Kulon Progo— Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan menambah luasan lahan bunga krisan di Kecamatan Samigaluh dalam rangka percepatan pengembangan Agrowisata Bunga Krisan.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Bambang Tri Budi, pada tahun ini akan dilakukan penambahan dua kubung, dengan menggunakan dana dari APBD provinsi. Diharapkan juga ada dukungan dari Kementerian Pertanian, apabila proposal yang diajukan nanti disetujui.

"Melalui kegiatan pengembangan kawasan krisan ini, sekaligus untuk menata atau mengembangkan potensi sumber daya alam yang ada semisal pekarangan yang semula tidak tertata menjadi lebih indah lebih sehat dan lebih produktif," kata Bambang di Kulon Progo, Rabu (11/4/2018).

Ia mengatakan, budi daya krisan di Kulon Progo harus terus dikembangkan, baik dari luasan lahan maupun kelembagaannya. 

Dukungan berupa sarana produksi dan kelengkapan lainnya akan terus diberikan secara bertahap dari tahun ke tahun.

Hingga saat ini, lanjut Bambang, telah ada 86 kubung bunga krisan yang terletak di desa Gerbosari, dengan luasan masing-masing kubung yaitu 100 meter persegi. 
Berdasarkan analisa, setiap tiga bulan sekali, satu kubung mampu menghasilkan keuntungan bersih senilai Rp2 juta.

"Kami berharap budi saya bunga krisan menggerakan ekonomi masyarakat," katanya.

Ketua Asosiasi Seruni Menoreh Bunga Potong Kulon Progo, Suharso mengatakan, kawasan Agrowisata Krisan Gerbosari menggunakan tanah kas desa seluas 1,2 hektare dan didukung lahan milik warga.

"Agrowisata Krisan Gerbosari dirancang sebagai gerbang wisata di Bukit Menoreh. Untuk itu, digagas pengembangan bunga krisan, didukung pengembangan potensi lokal yang ada di Samigaluh. Tujuan utamanya, yakni menggerakan perekonomian warga sehingga mandiri secara ekonomi," kata Suharso.

Ia mengatakan saat ini, di Gerbosari terdapat 120 kubung yang tersebar di lahan-lahan penduduk dan tanah kas desa. 

Meski sudah banyak warga yang melakukan budi daya krisan, tapi petani krisan belum mampu memenuhi permintaan dalam jumlah banyak.

Saat ini, petani bunga krisan di Gerbosari memasok bunga krisan, ke Wates, Kota Yogyakarta, dan Purworejo setiap Senin dan Kamis.

"Permintaan bunga krisan sangat tinggi, tapi budi daya krisan sangat terbatas," katanya.

Menurut dia, kendala utama pengembangan Agrowisata Krisan Gerbosari adalah sumber daya manusia yang sudah tua, sehingga tidak mampu menggunakan teknologi dalam budi daya krisan.

"Petani yang usianya di atas 50 tahun, penanaman bunga krisan masih tradisional. Sedangkan petani usia di bawah 50 tahun, secara bertahap menggunakan teknologi sehingga, hasilnya semakin bagus," katanya.

Kepala Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Damar mengatakan, pemerintah desa mendukung masyarakat membudidayakan bunga krisan. 

Budi daya krisan akan menggerakan ekonomi masyarakat dan mendukung perkembangan pariwisata di Kecamatan Samigaluh.

"Di Desa Gerbosari sudah terdapat puluhan kubung bunga krisan. Hasil panen cukup bagus, dan mampu menjadi tambahan penghasilan bagi masyarakat," katanya.
 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)