logo rilis

LSI Sebut Pasangan 'Asyik' Punya Resistensi Minimal
Kontributor

28 Juni 2018, 09:45 WIB
LSI Sebut Pasangan 'Asyik' Punya Resistensi Minimal
FOTO: Instagram

RILIS.ID, Jakarta— Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menilai pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) memiliki resistensi yang minimal, sehingga bisa menyalip dua pasangan lain, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (2DM) dan TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) serta bersaing dengan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat yang telah berlangsung Rabu (27/6/2018) kemarin.

"Pasangan ini punya resistensi paling minimal. Tak ada celah untuk merontokkan suara mereka. Kalau Hasanah, faktor TB Hasanuddin tidak terlalu menonjol, ada Anton Charliyan yang dipersepsikan kurang bersahabat dengan umat Islam. Kalau duo DM diserang isu klenik jelang Pilkada. Sedangkan Rindu sering diserang negative campaign. Asyik punya tingkat resistensi yang minimal," kata peneliti senior LSI, Toto Izul Fatah, ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (28/6/2018).

Meski tak pernah diunggulkan dalam survei, lanjut Toto, pasangan Asyik meraup angka hasil hitung cepat cukup fenomenal. Mereka mengalahkan 2 pasang calon yang diunggulkan dalam berbagai survei.

"Ada beberapa faktor yang "mendongkrak" suara Asyik seperti faktor resistensi dari masyarakat, rontoknya elektabilitas 3 pasang calon lain jelang Pilgub serentak dan solidnya suara parpol pendukung," katanya

Tren penurunan para paslon ini, kata Toto, sudah direkam dari survei LSI menjelang Pilkada.

Duo DM dinilai memiliki tren penurunan paling tajam di antara pasangan lain, berbeda dengan pasangan Asyik yang stagnan.

"Dari data ini merujuk survei LSI terbaru, RK unggul di 38 persen, duo DM di 36 persen dan memiliki tren yang terus menurun. Memang sudah kebaca ada tren penurunan ini," katanya.

Selain itu, kampanye tim Asyik juga dinilai berhasil mendongkrak suara pasangan koalisi Gerindra-PKS ini

"Ada mobilisasi penggiringan opini yang cerdas dari tim pasangan Asyik. Contohnya ada video tokoh agama yang memberikan testimoni dan rekomendasi secara terang-terangan. Mereka melakukan penggiringan opini secara masif dan mesin politik PKS yang relatif solid," pungkas Toto Izul Fatah.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID