logo rilis
LKY: Pengecer Selektif Jual Ikan Makarel Kemasan
Kontributor
Kurniati
03 April 2018, 13:08 WIB
LKY: Pengecer Selektif Jual Ikan Makarel Kemasan
Ilustrasi ikan makarel kemasan. FOTO: Instagram/@ratna_0308

RILIS.ID, Yogyakarta— Lembaga Konsumen Yogyakarta, berharap para pengecer atau penjual ikan kalengan selektif terhadap produk, sebelum dijual ke masyarakat.

Permintaan kepada pengecer ini pascapenarikan 27 merek ikan kaleng, yang positif mengandung parasit cacing.

"Saya berharap para penjual maupun pengecer (ikan kalengan) ikut bertanggungjawab jika masih menemukan produk tersebut," kata Ketua Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY), Saktyarini Hastuti di Yogyakarta, Selasa.

Ia berharap, para penjual ikan kalengan yang masih menemukan salah satu dari 27 produk yang sudah ditarik oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk segera mengembalikan kepada distributor atau ke pabriknya. 

"Upayakan jangan sampai menjual lagi produk tersebut ke masyarakat," kata Hastuti.

Selain para penjual, lanjut dia, konsumen juga harus selektif dan berhati-hati memilih produk ikan makarel maupun sarden kaleng. 

"Sebisa mungkin hindari membeli produk yang dilarang beredar oleh BPOM," kata dia.

Sebelumnya, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta telah melakukan penyisiran terhadpa penjualan 27 merek ikan makarel kaleng, yang dinyatakan mengandung cacing parasit di toko-toko modern maupun tradisional di lima kabupaten/kota.

Kepala BBPOM Yogyakarta, Sandra MP Linthin mengatakan, dari 16 item ikan makarel kaleng yang dilakukan pengujian, 9 item yang terdeteksi mengandung parasit cacing. 

"Ada 9 item yang terdeteksi," kata Sandra.

Sampai dengan 28 Maret 2018, 27 merek ikan makarel kaleng yang dinyatakan BPOM RI positif mengandung cacing parasit yakni ikan makarel ABC, ABT, Ayam Brand, BOTAN, CIP, Dongwon, Dr Fish, Merek Farmerjack, IO, HOKI, Fiesta Seafood, Gaga, Hosen, Jojo, King`s Fisher, LSC, Maya, Nago/Nagos, Naraya, Pesca, Poh Sung, Pronas Ranesa, S&W, Sempio, TLC, TSC.

"Semuanya yang terdeteksi adalah ikan makarel bukan ikan sarden," kata Sandra.
 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)