logo rilis
Liverpuldian Itu Kini Jadi Presiden MU
Kontributor
Yayat R Cipasang
15 Januari 2018, 17:22 WIB
Liverpuldian Itu Kini Jadi Presiden MU
ILUSTRASI: Hafiz

KETIKA Liverpool FC merontokkan kedigdayaan Manchester City 4-3, Minggu malam (14/1/2017), salah satu pecinta kesebelasan elite Liga Primer Inggris yang sumringah di antaranya Achsanul Qosasi. Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan ini termasuk pecinta sejati Liverpool alias Liverpuldian.

Dalam perbincangan santai dengan rilis.id di Lantai 18 Gedung BPK RI, baru-baru ini, Achsanul mengaku mencintai Liverpool sejak dihadiahi kaos kesebelasan kota pelabuhan tersebut. Kaos itu sangat berkesan kendati Achsanul tak mengetahui seragam yang dikenakannya jersey kesebelasan elite Inggris.

Baca Juga

"Ketika sekolah dasar saya diberi kaos Liverpool oleh kakak saya. Kaos itu saya pakai terus termasuk saat bermain bola saat di kampung," kata alumnus master manajemen dari Jose Rizal University, Manila, Filipina.

Sampai saat ini, politisi Partai Demokrat ini, masih menjadi pendukung fanatik Liverpool. Mau menang atau kalah, Achsanul tetap mencintai kesebelasan tersebut.

"Siapa pun pelatihnya dan siapa pun bintangnya tetap saya mencintai Liverpool," kata Achsanul.

Achsanul mengaku sudah mencintai sepakbola sejak masih sekolah dasar hingga kuliah. Namun, tak pernah sampai menjadi pemain profesional.

Kendati tak pernah merumput di liga profesional, kecintaannya kepada sepakbola tak pernah surut. Achsanul pun kemudian menjadi Ketua Umum Persatuan Sepakbola Jakarta Selatan hingga menjadi Bendahara Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Sepakbola bagi Achsanul sebagai pengembaraan dan tempat hiburan dari rutinitas politik dan kesibukan sebagai pejabat negara. "Bila orang lain hiburannya main golf dan motor gede (moge), saya lebih memilih sepakbola," ujar mantan bendara Partai Bintang Reformasi (PBR) saat dipimpin Kiai Haji Zainuddin MZ ini.

Pengoleksi Volkswagen ini memutuskan untuk memiliki klub sepakbola ketika dunia sepakbola nasional tengah dirundung masalah. Achsanul saat menjadi pengurus PSSI memutuskan membeli klub asal Bandung, Persipasi Bandung Raya.

"Saat sepakbola kita dikenai sanksi FIFA, klub sepakbola itu sangat murah. Saya beli klub asal Bandung dengan harga murah nggak sampai puluhan miliar dan bisa dicicil pula. Saya beli sambil menunggu sanksi FIFA dicabut," kata suami dari Retno Suryandari ini.

Setelah dibeli, klub tersebut kemudian diboyong ke Madura. Achsanul memboyong klub ke Madura selain karena kecintaan kepada daerah kelahiran juga karena ingin mengubah citra Madura di mata publik.

"Selama ini Madura identik dengan kekerasan, pemarah dan stempel negatif lainnya. Sekarang berangsur berubah dan Madura mulai terkenal pamornya seiring Madura United (MU) menembus kesebelasan elite di Liga Sepakbola Indonesia," kata Presiden Madura United ini bangga.

Dari sekadar hobi dan hiburan, kini kesebelasan yang dibidaninya terus berkembang. Terakhir bahkan sudah menguntungkan.

"Menggaet sponsor sekarang sudah mudah. Musim ini kami bahkan sudah untung Rp1 miliar," ujarnya menutup pembicaraan.


Tags
#achsanul qosasi
#sosok
#bpk
#partai demokrat
#madura united
500
komentar (0)