logo rilis
LIPI Sebut Faktor Perseteruan Kepala Daerah dan Wakilnya
Kontributor
Nailin In Saroh
10 Februari 2018, 17:25 WIB
LIPI Sebut Faktor Perseteruan Kepala Daerah dan Wakilnya

RILIS.ID, Jakarta— Peristiwa memalukan oleh kepala daerah yang bertikai kembali terulang. Kali ini, Wakil Bupati Morowali Utara (Wabup Morut), Sulawesi Tengah, Abrar Abdul Samad mengamuk di acara pelantikan pejabat di lingkungan Kabupaten Morut, Jumat (9/2) kemarin.

Hal ini pun langsung mendapat respons dari masyarakat. Peneliti senior LIPI Siti Zuhro menilai, hal tersebut terjadi lantaran akumulasi dari aspek sosiologi politik antara kepala daerah dan wakil kepala daerah yang merasa tidak puas dalam mendapatkan porsinya masing-masing. 

Padahal, menurut Siti Zuhro yang akrab disapa Wiwik ini, kewenangan kepala daerah dan wakil kepala daerah sudah diatur dalam undang-undang.

"Dalam undang-undang sudah ada sebetulnya apa saja tugas wakil kepala daerah. Itu yang tidak diberikan secara saksama oleh kepala daerah," ujar Wiwik di Kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (10/2/2018).

Wiwik menjelaskan, pada tahap tertentu kejadian seperti itu menimbulkan 'hopeless' dan patah arang dari wakil kepala daerah. Selain itu, wakil kepala daerah juga merasa tidak dianggap. Diskoordinasi dalam politik seperti itu, kata Wiwik, paling tidak nyaman dirasakan oleh wakil kepala daerah tersebut.

"Kalau dibandingkan ketika maju, calon kepala daerah dan wakil kepala daerah seiring dan sejalan dalam memenangkan pertarungan dalam pilkada, tapi ketika dilantik ceritanya berbeda tidak seiring sejalan lagi," katanya.

Wiwik menambahkan, pola yang tidak harmonis tersebut sebetulnya tidak disadari oleh keduanya. Padahal, dampaknya sangat serius terhadap keberlangsungan pembangunan daerah, pemberdayaan masyarakat dan visi-misi awal terkatung-katung.

"Birokrasi akan tersendat dengan sendirinya. Orang yang ada di internal birokrasi menyaksikan kepala daerah dan wakilnya tidak harmonis, tentunya juga tidak nyaman bekerjanya," pungkasnya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID