logo rilis

LIPI-ANRI Ajukan Arsip Soekarno ke Unesco
Kontributor

17 April 2018, 18:57 WIB
LIPI-ANRI Ajukan Arsip Soekarno ke Unesco
Presiden pertama RI, Soekarno. FOTO: Ist

RILIS.ID, Jakarta— Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mengajukan arsip Presiden Soekarno sebagai nominasi Memory of the World ke Unesco. Pengajuan akan dilakukan bersama Memory of the World Indonesia.

Hal tersebut dilakukan, karena Bung Karno berperan besar dalam perkembangan peradaban dunia. Tak sekadar sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, namun juga selaku tokoh dengan pemikiran-pemikiran yang mengubah dunia.

"Arsip Soekarno memiliki pengertian arsip milik Soekarno atau arsip yang dibuat dan/atau ditandatangani oleh Soekarno, baik sebagai pribadi maupun presiden, atau arsip tentang Soekarno, atau kesemuanya itu," ujar Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI, Mego Pinandito, di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Dia menambahkan, Indonesia juga mengajukan arsip Gerakan Non-Blok bersama Serbia, Aljazair, India, dan Sri Lanka. "Pertimbangannya adalah, Konferensi Asia-Afrika maupun Gerakan Non-Blok merupakan peristiwa bersejarah dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia," jelasnya.

Sayangnya, arsip tersebut belum berhasil lolos penilaian International Advisory Committee. Sehingga, akan disempurnakan serta dinominasikan kembali di 2018-2019.

Memory of the World merupakan salah satu program Unesco, berupa ingatan kolektif dunia yang didorong kesadaran akan keadaan pelestarian dan akses terhadap warisan dokumenter di berbagai belahan dunia.

Hingga kini, Indonesia berhasil mendapat pengakuan dunia untuk naskah La Galigo, naskah Nagarakertagama, dan naskah Babad Diponegoro. Lalu, arsip Konferensi Asia Afrika, arsip Restorasi Borobudur, dokumentasi peristiwa Tsunami Samudera Hindia, serta naskah cerita Panji.

"Arsip Restorasi Borobudur diajukan oleh Indonesia, sedangkan dokumentasi peristiwa Tsunami Laut Hindia diajukan bersama India dan Sri Lanka. Sedangkan naskah cerita Panji, diajukan sebagai joint nomination dengan Malaysia, Kamboja, Myanmar, Belanda, dan Thailand," urai Mego.

Saat peringatan 63 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA), LIPI menyerahkan arsip KAA serta sertifikat Memory of the World untuk arsip Restorasi Borobudur, Tsunami Hindia, serta cerita Panji. Peluncuran buku Pidato 29 Pemimpin Asia Afrika di Konferensi Asia Afrika 1955, juga dilakukan Duta LIPI untuk Informasi Ilmiah, Rieke Dyah Pitaloka.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)