logo rilis
Limas Belas Ribu Desa Tertinggal 'Kelar' 2018
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
18 April 2018, 01:16 WIB
Limas Belas Ribu Desa Tertinggal 'Kelar' 2018
Mendes Eko Putro Sandjojo. FOTO: Istimewa.

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) optimistis 15.000 desa tertinggal akan terentaskan pada 2018 ini.

"Saya yakin tahun ini kita berhasil," kata Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Tercatat, ada sekitar 30 ribu desa tertinggal dari 74.954 desa di negeri ini. Sedikitnya, setengah dari jumlah tersebut menjadi fokus pemerintah sekarang.

"Kita tunggu hasil yang valid dari sensus data potensi desa 2018 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS)," tambah Eko.

Berdasarkan RPJMN hingga 2019, ujar dia, target Kemendes PDTT adalah menuntaskan 5.000 desa tertinggal menjadi berkembang dan 2.000 desa berkembang menjadi desa mandiri. 

Namun, berdasarkan hasil penelitian dari IPB dan UGM, ternyata sudah lebih dari 10 ribu desa dari 30 ribu desa tertinggal telah terentaskan.

"Desa itu kalau kita bantu pasti akan bangkit. Masuknya dana desa yang dikelola oleh desa telah memiliki dampak yang luar biasa," ujarnya.

Kemendes PDTT, kata Eko, telah membuat suatu terobosan untuk meningkatkan pertumbuhan desa dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Upayanya lewat empat program prioritas pada dana desa.

Keempat program tersebut, yakni pengembangan produk unggulan kawasan perdesaan, pembangunan embung, pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pembangunan sarana olahraga.

"Prukades itu yang penting. Desa-desa itu miskin karena tidak punya akses pasar. Dengan model prukades ini, kita akan pertemukan pemerintah, pelaku usaha dan perbankan," kata Eko.

Inilah yang nantinya membentuk suatu cluster ekonomi berskala besar. Dengan begitu, sarana pascapanen bisa masuk, dan mendapat jaminan harga jual lebih baik dari harga produksi.


500
komentar (0)